Kebomas – Menteri Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding, mengajak generasi muda Gresik untuk tidak ragu meraih peluang kerja di luar negeri. Menurutnya, menjadi pekerja migran bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga sarana peningkatan kualitas diri, kompetensi global, dan kesejahteraan keluarga.
“Anak-anak muda Gresik jangan takut bekerja di luar negeri. Di sana kita belajar budaya baru, memperluas relasi internasional, sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa dan keahlian kerja,” kata Karding saat hadir dalam agenda promosi penempatan PMI, Jumat (11/7) kemarin.
Ia menegaskan, para pekerja Indonesia harus memiliki semangat besar saat menjalani proses migrasi kerja.
“Harus berangkat jadi buruh migran, pulang jadi juragan. Itu semangat yang harus ditanamkan,” tegasnya.
Menurut Karding, saat ini negara-negara seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Kanada tengah membutuhkan banyak tenaga kerja terampil dari Indonesia. Di Jepang, pekerja migran bisa memperoleh gaji sekitar Rp 15 juta per bulan. Khusus untuk profesi perawat, penghasilan bisa tembus Rp 20 juta lebih. Bahkan, di Kanada, gaji perawat berkisar Rp 80 sampai 100 juta per bulan.
“Bisa lebih tinggi dari gaji menteri. Saya punya teman, mantan Ketua DPRD, sekarang kerja di luar negeri dan gajinya Rp1 miliar per bulan. Saya tidak bohong, ini hari Jumat,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Data BP2MI menunjukkan tren penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jepang dan Korea Selatan menjadi destinasi favorit karena sistem penempatan yang transparan dan upah yang kompetitif. Sementara Jerman dan Kanada menjadi pasar baru yang menjanjikan, terutama di sektor kesehatan.
Mengutip data dari BP2MI.go.id, gaji perawat di Jerman bisa mencapai 2.800 euro atau sekitar Rp48 juta per bulan. Di Kanada, berdasarkan informasi dari Job Bank Canada, perawat profesional bisa mengantongi penghasilan antara CAD 70.000–100.000 per tahun atau setara Rp75–100 juta per bulan, tergantung lokasi dan pengalaman. Karding mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melindungi pekerja migran.
“Gresik adalah salah satu kabupaten yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib dan perlindungan PMI. Banyak warganya yang bekerja di luar negeri dan terbukti mampu meningkatkan taraf hidup keluarga,” ucapnya.
Ia mendorong agar sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus diperkuat untuk mencetak SDM siap ekspor, serta memastikan proses migrasi kerja berjalan aman dan legal.
“Kerja ke luar negeri bukan lagi jalan terakhir, tapi pilihan strategis untuk masa depan cerah,” pungkasnya.
Editor : Cak Fir