RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mendorong pemerataan kontribusi pajak dari seluruh wilayah, termasuk desa dan daerah pinggiran.
Salah satu langkah konkretnya adalah melalui kegiatan capacity building bertajuk Peningkatan Pendapatan Daerah Bersama Desa Hebat yang digelar oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik di Hotel Aston Gresik, Jumat (4/7/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor produktif di perdesaan. Pajak restoran hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan menjadi fokus optimalisasi.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan pentingnya sinergi dan penguatan kapasitas aparatur desa dalam upaya pemungutan pajak yang adil dan merata.
“Pemerataan pembangunan perlu ditopang oleh pemerataan kontribusi. Desa bukan sekadar objek pembangunan, tapi juga subjek penting yang menopang PAD. Sinergi antara kabupaten dan desa harus diperkuat, terutama dalam membangun kesadaran dan kapasitas aparatur desa,” ujarnya.
Namun, ia mengakui pemungutan PBB di tingkat desa masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya pembaruan data objek pajak, distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), hingga pencatatan pembayaran yang akurat.
Kendala utama di lapangan adalah terbatasnya sumber daya manusia, minimnya infrastruktur teknologi, serta belum meratanya pemahaman teknis tentang administrasi perpajakan.
Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik, Andhy Hendro Wijaya, menjelaskan hingga akhir semester pertama 2025, realisasi penerimaan PBB sudah mencapai hampir 62 persen dari target tahunan.
“PBB masih menjadi tulang punggung PAD Gresik. Tapi capaian ini tidak bisa membuat kita berpuas diri. Butuh kerja keras bersama melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak,” jelasnya.
Andhy menambahkan bahwa penguatan peran desa dan peningkatan kualitas data menjadi kunci sukses. Pemkab juga terus mendorong digitalisasi layanan perpajakan, termasuk lewat aplikasi Laku Pandai yang mempermudah pencatatan dan pelaporan pajak secara lebih cepat dan efisien.
“Dengan Laku Pandai, masyarakat tak perlu antre di loket. Pajak bisa dibayar dan dilaporkan secara digital, termasuk pajak kendaraan bermotor. Ini bentuk nyata kemudahan layanan perpajakan,” tambahnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah