Kebomas- Program penyediaan rumah subsidi untuk wartawan yang digagas Pemprov Jawa Timur mendadak jadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis Gresik. Pasalnya, meski disebut-sebut berada di wilayah Kabupaten Gresik, sejumlah wartawan yang tergabung dalam grup-grup komunikasi media justru mengaku tidak tahu-menahu soal lokasi maupun mekanisme program tersebut.
Informasi soal pembangunan rumah subsidi itu awalnya beredar dari pemberitaan yang menyebut bahwa Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan pengembang untuk menyediakan rumah bagi wartawan berpenghasilan rendah, termasuk di Gresik. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait titik lokasi, kuota penerima, maupun sosialisasi program ke komunitas wartawan lokal.
Baca Juga: Wabup Gresik Soroti Kontribusi Perusahaan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Ajak Wartawan Aktif Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat
“Banyak teman-teman di grup wartawan Gresik bingung. Katanya rumah subsidi wartawan dibangun di Gresik, tapi kita tidak pernah diajak diskusi, apalagi tahu lokasinya,” kata Ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG) Miftahul Arif.
Situasi ini memunculkan kasak-kusuk internal di berbagai grup WhatsApp dan forum diskusi antar jurnalis kota wali. Sejumlah awak media mempertanyakan kejelasan proses pendataan dan kriteria penerima manfaat. Bahkan, tidak sedikit yang menduga bahwa informasi soal program tersebut hanya beredar di lingkaran terbatas.
“Sampai sekarang belum ada undangan resmi atau sosialisasi ke organisasi profesi wartawan di Gresik. Saya saja dapat informasi adanya program ini dari situs media. Jadi wajar jika banyak yang bertanya-tanya,” imbuhnya.
Baca Juga: Program Khofifah 20 Ribu Beri Rumah Subsidi untuk MBR, Buruh, dan Jurnalis Dorong Pertumbuhan Masyarakat di Jatim
Kondisi ini juga menimbulkan perhatian terhadap transparansi pelaksanaan program, mengingat peruntukannya secara eksplisit ditujukan bagi wartawan. Para pengurus organisasi wartawan lokal juga mengaku belum menerima informasi teknis, baik dari Pemprov maupun dari pengembang yang terlibat.
Program rumah subsidi untuk wartawan ini sebelumnya juga digaungkan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur sebagai bentuk penghargaan terhadap peran pers. Namun, lemahnya komunikasi publik dan minimnya pelibatan komunitas jurnalis dalam tahap awal menciptakan kasak-kusuk di kalangan wartawan lokal.