Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bupati Gresik Ancam Tak Teken Bantuan Keuangan Desa Jika Kades Abaikan Koperasi Merah Putih

Muhammad Firman Syah • Jumat, 25 April 2025 | 22:52 WIB
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani

Kota — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengeluarkan pernyataan tegas kepada para kepala desa dan lurah yang belum melaksanakan musyawarah desa (Musdes) untuk pembentukan Koperasi Merah Putih.

Dalam momentum Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pendirian Koperasi Merah Putih di Kabupaten Gresik, Bupati Yani menyatakan tidak akan menandatangani Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Bantuan Keuangan (BK) Daerah bagi desa yang tidak berkomitmen menjalankan program koperasi merah putih yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau tidak ikut sukseskan koperasi merah putih, meskipun datang ke rumah saya untuk minta tanda tangan BK, ADD dan kawan-kawannya, akan saya tinggal keluar rumah. Saya perintahkan Kadis PMD tunggu aba-aba saya dulu untuk pencairan,” tegas Bupati Yani, Jumat (25/04).

Sindiran keras itu disampaikan menyusul adanya sejumlah kepala desa yang tidak hadir dalam agenda Rakorda yang dinilai krusial dalam mengimplementasikan arahan nasional soal penguatan koperasi.

“Ditoto teko nduwur menisor kok angel,” sindirnya, menggambarkan adanya hambatan di desa dalam menyelaraskan kebijakan pusat hingga ke tingkat bawah.

Bupati Yani menegaskan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih adalah amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan membasmi praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak di desa-desa.

“Jangan pesimis. Ini bentuk penghormatan kita terhadap kebijakan Presiden. Gresik adalah yang pertama di Indonesia membentuk koperasi secara serentak, kita tegak lurus,” imbuhnya.

Dalam agenda Konferda itu, pemerintah daerah menggandeng notaris untuk memfasilitasi pembuatan akta koperasi. Bupati Yani juga meminta perusahaan besar seperti Wilmar dan Petrokimia Gresik untuk membantu koperasi yang ingin menjadi mitra dalam pendistribusian pupuk dan minyak goreng.

Lebih lanjut, forum diskusi koperasi zona kecamatan juga didorong untuk dibentuk guna memperkuat jaringan dan pendampingan koperasi yang belum optimal. Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini fokus menyiapkan kelembagaan koperasi, sembari menunggu aba-aba dari pemerintah pusat terkait skema permodalan yang akan diterapkan.

“Silakan bentuk forum per zona. Koperasi merah putih akan berdampingan dengan BUMDes. Kami siapkan skema dukungan dari berbagai sisi. Yang penting ini terbentuk dulu,” tandasnya.

 

Editor : Cak Fir
#Koperasi #pemkab gresik #fandi akhmad yani #Prabowo Subianto #merah putih