Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Wakil Bupati Gresik Puji Kerja Keras Dinas Lingkungan Hidup, Penanganan Sampah Beri Dampak Positif

Yudhi Dwi Anggoro • Kamis, 13 Maret 2025 | 23:26 WIB
Wakil Bupati Gresik Puji Kerja Keras DLH: Penanganan Sampah Beri Dampak Positif
Wakil Bupati Gresik Puji Kerja Keras DLH: Penanganan Sampah Beri Dampak Positif

RADAR GRESIK -  Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dalam menangani permasalahan sampah di Kabupaten Gresik. Apresiasi ini disampaikan setelah dr. Alif melakukan kunjungan koordinasi ke kantor DLH Gresik pada Rabu (12/3).

Dr. Alif menilai bahwa peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diselenggarakan oleh DLH Gresik memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan.

"Kita tahu, penanganan sampah bukanlah perkara mudah. Perlu kolaborasi semua pihak agar dapat teratasi. Untuk itu saya mengapresiasi upaya DLH Gresik dalam menangani sampah," ungkap dr Alif.

Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresik Nomor 3/2021 tentang pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai (PSP) yang tidak ramah lingkungan. Perda ini mencakup ketentuan sanksi administratif dan pidana bagi pelanggar, serta larangan-larangan yang harus dipatuhi masyarakat.

"Hampir semua toko modern di Gresik sudah tidak menyediakan kantong belanja dari plastik sekali pakai. Ini harus kita kembangkan bersama," jelas dr Alif.

Selain itu, pada pelantikan Bupati-Wakil Bupati Gresik, terdapat himbauan untuk mengganti karangan bunga dengan tanaman hidup.

"Ini termasuk inovasi. Apalagi tanaman yang diberikan masyarakat kemudian ditanam di area Stadion Gelora Joko Samudra beberapa waktu lalu sehingga lingkungan semakin hijau dan sehat," ucap dr. Alif.

Dr Alif juga mengungkapkan bahwa DLH Gresik akan menambah alat khusus untuk pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan pada tahun 2025, yaitu dua alat pemantau udara dan satu alat pemantau kualitas air di Sungai Bengawan Solo. "Dengan adanya penambahan ini Gresik bakal memiliki 11 alat pemantau udara dan 2 alat pemantau kualitas air, yang sebelumnya ada di Kali Brantas," tuturnya.

"Kita rencananya akan ada TPST Gresik Utara dan menyelesaikan tumpukan sampah TPA Ngipik," tambahnya.

Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan 9 kegiatan di bidang pengelolaan persampahan, termasuk menambah kampung zero waste, memanfaatkan RDF sebagai bahan bakar pengganti batu bara, dan meningkatkan kapasitas produksi TPST Belahanrejo.

"Alhamdulillah untuk TPST Belahanrejo kami bakal mendapatkan bantuan dari KLHK sehingga bisa kapasitasnya bertambah dari 20 ton/hari menjadi 100 ton/hari," tuturnya.

TPST Belahanrejo dan TPST Ngipik saat ini telah dilengkapi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) dengan kapasitas pengelolaan sampah masing-masing 20 ton/hari. RDF dari kedua fasilitas tersebut dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

"RDF dari dua fasilitas tersebut dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara," pungkas Subaidah. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#dlh #lingkungan #hpsn #gresik #Wabup #Sampah #dr Asluchul Alif