Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Rencana Pembangunan Kolam Retensi di Balongpanggang Atasi Banjir Kali Lamong Gresik

Hany Akasah • Senin, 3 Maret 2025 | 23:40 WIB
DISKUSI: Bupati Fandi Akhmad Yani ditemani Wabup Gresik saat mengunjungi warga terdampak Banjir Kali Lamong di Balai Desa Kedungrukem, Minggu (2/3/2025).
DISKUSI: Bupati Fandi Akhmad Yani ditemani Wabup Gresik saat mengunjungi warga terdampak Banjir Kali Lamong di Balai Desa Kedungrukem, Minggu (2/3/2025).

RADAR GRESIK - Dalam upaya mengatasi banjir di Gresik selatan, Bupati Fandi Akhmad Yani memastikan pembangunan retarding basin atau kolam retensi di Balongpanggang akan dimulai tahun ini. Langkah ini sebagai upaya percepatan penanganan banjir akibat luapan Kali Lamong.

Selain melanjutkan pengerukan Kali Lamong, Pemkab Gresik berencana membebaskan lahan untuk membangun kolam retensi kedua di Kecamatan Balongpanggang, seperti yang telah ada di Kecamatan Cerme.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai pembebasan lahan untuk percepatan pembangunan kolam retensi di sempadan Kali Lamong. Jika kolam ini terealisasi, insya Allah banjir di Kali Lamong bisa berkurang, ujar Gus Yani di Balai Desa Kedungrukem, Minggu (2/3/2025).

Menurut Gus Yani, kolam retensi di Cerme sudah berfungsi optimal meskipun tampungan airnya masih terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan kolam retensi kedua agar kapasitas tampungnya lebih besar.

Di tengah isu efisiensi anggaran, DPRD Gresik bersama badan anggaran mendukung pembangunan kolam retensi kedua di Balongpanggang, jelasnya.

Balongpanggang dipilih karena letaknya di hulu Kali Lamong, berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Mojokerto. Kolam ini nantinya berfungsi untuk menampung air dari luapan Kali Lamong ketika curah hujan tinggi.

Pemkab Gresik telah memetakan wilayah terdampak banjir setiap tahunnya. Gus Yani menekankan pembangunan kolam retensi tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga untuk kebutuhan air masyarakat.

“Kita mencari titik terendah agar bisa memanfaatkan gravitasi, seperti di Cerme. Selain itu, airnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga Balongpanggang,” tambahnya.

Menurutnya, manfaat kolam retensi mulai pengendalian banjir di sekitar Kali Lamong. Kemudian, ketahanan pangan, terutama bagi sawah tadah hujan yang membutuhkan air saat musim kemarau.

Lalu, sumber bahan baku water treatment plant, karena air dari Kali Lamong dinilai cukup bersih tanpa pencemaran industri.

Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar tahun ini untuk pembangunan awal kolam retensi di Balongpanggang.

Sebagai perbandingan, pembangunan kolam retensi di Cerme menghabiskan Rp 9 miliar, yang lebih mudah karena berada di lahan milik pemda.

Karena pembangunan di Balongpanggang memerlukan pembebasan lahan, Pemkab Gresik berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami sudah berdiskusi dengan anggota DPRD Jatim dapil Gresik-Lamongan untuk kolaborasi anggaran antara APBD Gresik dan APBD Provinsi. Hal ini juga telah mendapat perhatian dari Bappeda Jatim, pungkas Gus Yani,” jelasya. (han)

Editor : Hany Akasah
#balongpanggang #KALI LAMONG #gresik #Penanganan #kolam retensi #kolam #Banjir