Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gus Yani dan Wabup Alif Langsung Tinjau Banjir, Paparkan Kawasan yang Tergenang Kali Lamong dan Bengawan Solo

Yudhi Dwi Anggoro • Senin, 3 Maret 2025 | 06:12 WIB
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani akrab disapa Gus Yani bersama Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, meninjau dapur umum di Balai Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani akrab disapa Gus Yani bersama Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, meninjau dapur umum di Balai Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik

RADAR GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani akrab disapa Gus Yani bersama Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, meninjau dapur umum di Balai Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Minggu (2/3/2025). Banjir akibat luapan Kali Lamong kembali merendam wilayah Gresik selatan.

Usai menghadiri Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025 selama delapan hari di Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Gus Yani dan Alif langsung turun ke lokasi banjir untuk memantau situasi dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Sejak siang, keduanya telah menggelar rapat koordinasi di kantor BPBD Gresik. Setelah salat tarawih, mereka bergerak menuju Benjeng dan Balongpanggang, dua wilayah terdampak banjir akibat meluapnya Kali Lamong.

Di Benjeng, Gus Yani dan Alif meninjau kondisi banjir yang merendam permukiman warga, lalu mengunjungi Balai Desa Kedungrukem, tempat dapur umum Pemkab Gresik didirikan untuk menyediakan makanan sahur dan berbuka bagi warga terdampak.

"Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Wabup, Sekda, Dinas PUTR, Dinsos, BPBD, serta para camat di wilayah terdampak. Ada sejumlah langkah antisipasi yang kita bahas, terutama karena curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir menyebabkan air Kali Lamong kembali meluap," ujar Gus Yani.

Ia menambahkan, karena bencana ini terjadi di bulan Ramadan, Pemkab Gresik memutuskan mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang menjalankan ibadah puasa.

"Kami ingin memastikan warga terdampak tetap bisa sahur dan berbuka dengan baik. Semoga air cepat surut dan hujan tidak turun lagi malam ini, sehingga luapan air bisa terkendali," tambahnya.

Dalam diskusi bersama jajaran terkait, Pemkab Gresik merancang sejumlah langkah percepatan penanganan banjir, termasuk pembangunan kolam retarding basin atau kolam retensi sebagai penampung air sementara.

"Tahun ini sudah ada pembebasan lahan untuk kolam retarding basin kedua, seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan Cerme. Kami berharap pembebasan lahan untuk percepatan pembangunan kolam retensi di sepanjang sungai Kali Lamong dapat segera dimulai," kata Gus Yani.

Ia optimistis, jika proyek ini terealisasi, risiko banjir di kawasan sekitar Kali Lamong bisa berkurang secara signifikan.

"Kolam retensi di Cerme memang sudah optimal, tapi kapasitas tampungannya terbatas. Oleh karena itu, tahun ini kami mulai membangun kolam retensi kedua di Balongpanggang. Kami juga berharap DPRD Gresik dapat mendukung optimalisasi anggaran untuk proyek ini," jelasnya.

Berdasarkan data terkini hingga Sabtu (1/3/2025) pukul 19.00 WIB, berikut adalah dampak banjir akibat luapan Kali Lamong dan Bengawan Solo di beberapa kecamatan:


BANJIR LUAPAN KALI LAMONG :
A. KECAMATAN BALONGPANGGANG
1. Desa Dapet :
   5 Rumah warga tergenang 10 cm
   Jalan Lingkungan tergenang 5 - 1 cm , sepanjang 100 M
   JPD tergenang : 100 M
   Fasum tergenang : Makam
   Sawah : 25 Ha

2. Desa Sekarputih :
   Rumah tergenang 261 rumah, tinggi genangan 10 – 40 cm
   Jalan lingkungan tergenang 30 – 60 cm
   Sawah : 25 Ha

3. Desa Wotansari :
   Rumah tergenang : 232, tinggi genangan 10 – 30 cm
   Jalan Lingkungan tergenang 30 – 60 cm, sepanjang 2000 M
   JPD tergenang : 800 M
   Sawah : 40 Ha
   Fasum Tergenang Makam, SDN 143 Gresik

4. Desa Banjaragung :
   Rumah tergenang 90, tinggi genangan 10 – 30 cm
   Jalan Lingkungan tergenang 30 – 50 cm, sepanjang 1000 M
   Sawah : 50 Ha

5. Desa Karangsemanding :
   Rumah tergenang : 340, tinggi genangan 10 - 30
   Jalan Lingkungan tergenang 20 – 40 cm, sepanjang 900 m
   Sawah : 80 Ha

6. Desa Pucung
   JPD Tergenang 10 - 50 cm
   Jalan Lingkungan tergenang 10 - 20 cm
   Rumah Tergenang 150 dengan ketinggian 5 - 10 cm

B. KECAMATAN BENJENG
1. Desa Lundo :
   Jalan Lingkungan tergenang 20 – 60 cm sepanjang 1200 M
   Rumah tergenang : 190

2. Desa Sedapurklagen :
  Jalan Lingkungan tergenang 20 – 40 cm, sepanjang 2000 M
  JPD tergenang 30 – 70 cm sepanjang 3000 M
  Rumah tergenang 300, tinggi genangan 10 – 30 cm
  Fasum : SDN, TK, PAUD, Masjid, PUSTU
  Sawah 70 Ha

3. Desa Deliksumber
  Jalan Lingkungan tergenang 30 – 70 cm, sepanjang 1800 M
  JPD tergenang 30 – 90 cm sepanjang 1200 M
  Rumah tergenang 135
  Sawah 65 Ha

4. Desa Kedung Rukem
  Jalan lingkungan tergenang 20 - 60 cm
  JPD Tergenang 30 - 115 cm
  jalan Raya Tergenang 20 - 60 cm

5. Desa munggugiati
 Jalan lingkungan tergenang 30 -70 cm sepanjang 2.250 M
  JPD tergenang 30 - 80 cm sepanjang 1800 M

Jalan Raya Benjeng sudah tergenang 20 – 40 cm sepanjang 1000 M

C. KECAMATAN MENGANTI
1. Desa Boboh :
 Jalan Raya Boboh tergenang 5 – 10 cm, sepanjang 50 M

2. Desa Bringkang :
 JPD tergenang 10 – 40 cm
Perumahan Oma Indah :
1100 rumah di Perumahan Oma Indah Menganti tergenang 20 – 40 cm
Jalan Lingkungan tergenang 30 – 80 cm, sepanjang 6000 M
Warga mengungsi di Balai RW 09 sebanyak ± 105 jiwa

Perumahan Maharaja Residence :
Jln lingkungan perumahan Maharaja tergenang 30 - 50 cm
Rumah Tergenang 35

3. Desa Pranti :
JPD Tergenang 30 - 50 cm

Perumahan Graha Menganti 2 :
Jln lingkungan tergenang 50 - 80 cm
Rumah Tergenang ± 85 Rumah

3. Desa Gadingwatu :
40 rumah tergenang 20 – 30 cm
Jalan Lingkungan tergenang 20 – 30 cm, sepanjang 400 M

D. KECAMATAN CERME :
1. Desa Morowudi :
Jalan Raya Morowudi tergenang ± 10- 20 cm, sepanjang 400 M
Jalan lingkungan Dusun Morowudi Wetan tergenang ± 5- 15 cm, sepanjang 200 M
Jalan lingkungan Dusun Ngebret tergenang ± 10-20 cm, sepanjang 100 M
Rumah tergenang 45 rumah, tinggi genangan 5 – 10 cm
Sawah ± 50 Ha
Tambak ± 50 Ha

2. Desa Pandu :
Jalan Desa tergenang 10 – 35 cm sepanjang 70 M
25 Ha Tambak tergenang
Makam Desa Pandu tergenang 120 cm

BANJIR LUAPAN BENGAWAN SOLO :
A. KECAMATAN BUNGAH
1. Desa Bungah :
Dusun Nongkokerep
20 rumah terendam
Fasum : 1 masjid muhajirin & 1 Sekolahan MI
Dusun Bungah
30 rumah terendam
Fasum : 1 pondok qomaruddin
Jalan lingkungan tergenang 300 M
Dusun Kaliwot
20 rumah terendam
Fasum : 1. Langgar/musholla
Jalan lingkungan 300m
Dusun Dukuh
15 rumah terendam
Jalan lingkungan 250m
Fasum : 1 sekolahan PAUD
Dusun Karangpoh
35 rumah Terendam
Fasum : 1 langgar/musholla
Jalan lingkungan 500 M tinggi genangan 20-70 cm

2. Desa Sukowati :
5 Rumah tergenang
jalan lingkungan tergenang ketinggian 10-20 Cm

3. Desa Mojopuro Wetan :
11 rumah tergenang 10 – 20 cm
Jalan Lingkungan tergenang 5 – 10 cm
Fasum tergenang : 1 Masjid

B. KECAMATAN DUKUN :
1. Desa Madumulyorejo
8 rumah tegenang 10 – 15 cm
Jalan Lingkungan tergenang 10 – 15 cm, sepanjang 100 M

2. Desa Jrebeng :
7 rumah tergenang 5 – 10 cm
Jalan Lingkungan tergenang 10 – 20 cm, sepanjang 100 M

C. KECAMATAN MANYAR :
1. Desa Sembayat :
3 rumah di bantaran sungai tergenang 10 – 20 cm
Jalan lingkungan tergenang 5 – 10 cm, warga membuat tanggul penahan air di jalan lingkungan.

KEBUTUHAN MENDESAK :
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi perahu evakuasi untuk Desa Sedapurklagen dan Desa Kedungrukem.

UPAYA :
Koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo, BPBD Jatim dan relawan desa
Koordinasi dengan Muspika dan Pemdes terdampak banjir.
Koordinasi dengan DPUTR Kab. Gresik
Monitoring dan Pendataan Banjir
Evakuasi warga menuju tempat yang aman.
Pengerahan personel, peralatan dan logistik ke lokasi Banjir
Pemasangan tenda di tempat pengungsian Desa Bringkang

Editor : Hany Akasah
#balongpanggang #KALI LAMONG #gresik #gus yani #dr Alif #dr Asluchul Alif #Banjir #bengawan solo