RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan respons cepat dalam menangani banjir luapan Kali Lamong. Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Selasa (25/2) didampingi Kapolres Gresik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Dinas Sosial Gresik, serta Forkopimcam Balongpanggang meninjau aksi penanganan di lapangan.
Dalam kesempatan ini, Wabup dr. Alif selain menyerahkan bantuan juga memastikan warga terdampak dalam kondisi aman dan sehat. Tidak hanya itu, ia juga menginstruksikan agar Dinas Pertanian melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak.
“Di Kecamatan Balongpanggang, terdapat 8 desa yang terdampak banjir, namun 2 desa sudah surut tinggal 6 desa. Sedangkan di Kecamatan Benjeng ada 4 desa,” terang Wabup dr. Alif.
Untuk membantu kebutuhan harian warga, Pemkab Gresik melalui Dinas Sosial telah mendirikan Dapur Umum di Kecamatan Benjeng. Sedangkan di Kecamatan Balongpanggang ada dapur umum mandiri dengan pasokan bahan makanan yang juga dibantu dari Pemkab Gresik. Selain itu, Dinas Kesehatan juga mendirikan Posko Kesehatan di Puskesmas Dapet.
Terkait dampak banjir terhadap pertanian, dr Alif meminta Dinas Pertanian juga bergerak cepat. “Dinas pertanian harus segera mendata jumlah pertanian yang gagal panen,” perintahnya.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui petani yang mengalami kerugian akibat sawahnya terkena banjir sehingga bisa diberikan bantuan.
Usai meninjau lokasi banjir Wabup beserta Kapolres Gresik mengunjungi Satri (60) salah satu warga korban banjir asal Dusun Karangmelati Desa Jombang yang dirawat di RS Wali Songo Kecamatan Balongpanggang.
Kepada masyarakat khususnya di area terdampak, Wabup dr. Alif menghimbau kepada warga agar bersabar atas luapan air ini serta waspada dalam menjaga anak-anaknya supaya tidak bermain di tengah banjir.
"Saya menghimbau kepada warga khususnya anak kecil agar tidak bermain air banjir agar tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," tambahnya.
Kali Lamong sendiri memang kerap mengalami luapan air, apalagi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama di daerah hulu yang akibatnya debit air limpasan tidak mampu tertampung oleh kapasitas sungai.
Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah melakukan berbagai penanganan, seperti normalisasi sungai dan anak sungai Kali Lamong, pembangunan tanggul parapet, hingga pembuatan kolam penampungan/retensi (retarding basing).
Sejauh ini satu dari lima target kolam retensi yakni di Desa Tambakberas Cerme telah dioperasikan. Sedangkan di tahun 2025 ini, lahan seluas 10 hektar sudah disiapkan di Desa Cermen, Kedamean untuk kolam retensi kedua. Diharapkan dengan berbagai program penanganan tersebut, dampak luapan Kali Lamong bisa diminimalisir.(han)
Editor : Hany Akasah