RADAR GRESIK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik berencana menyiapkan jadwal khusus setiap pekan untuk menerima pengaduan masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan maksimal.
Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, mengatakan banyak pengaduan yang masuk, tetapi terkadang masyarakat tidak bertemu dengan anggota dewan karena kesibukan tugas lain.
"Oleh karena itu, kami melihat perlunya jadwal khusus untuk menangani pengaduan," ungkap Syahrul Munir.
Rencananya, satu hari dalam seminggu akan dikhususkan bagi anggota DPRD untuk menerima pengaduan masyarakat. Pada hari itu, anggota dewan akan berada di kantor untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga, baik dari individu maupun kelompok.
"Dengan cara ini, kami berharap dapat lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan menjalankan peran sebagai wakil mereka secara optimal," lanjutnya.
Rencana ini telah dibahas di tingkat pimpinan DPRD dan akan segera diimplementasikan. Jadwal khusus ini diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara masyarakat dan dewan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.
Ia menjelaskan, sejak dilantik DPRD Gresik telah banyak menerima aduan dari masyarakat terkait berbagai persoalan. Salah satu contoh adalah hearing besar yang dilakukan beberapa waktu lalu bersama stakeholder industri di Kawasan Ekonomi Jawa Timur Industrial Estate (KEJ JIIPE).
'Hearing ini membahas keluhan ketenagakerjaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang menghasilkan sejumlah rekomendasi perbaikan," kata dia.
Selain itu, DPRD Gresik juga fokus menangani isu kesehatan. Pihaknya mengadakan rapat kerja bersama BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, pimpinan rumah sakit, puskesmas, serta instansi terkait lainnya.
Di sektor transportasi dan tata kelola wilayah, DPRD Gresik turut menggelar rapat dengan pelaku usaha truk, Dinas Perhubungan, dan kepolisian.
"Rapat ini membahas pelanggaran jam operasional lalu lintas, kecelakaan, hingga aktivitas penambangan galian C yang tidak berizin," terangnya.
Ia menambahkan, keberhasilan rapat-rapat tersebut membuktikan pentingnya komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah.
"Kehadiran dewan dalam menampung aspirasi dapat memberikan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat," katanya.
Ia berharap dengan adanya jadwal khusus pengaduan masyarakat, peran DPRD sebagai perwakilan rakyat dapat lebih dirasakan. Anggota dewan tidak hanya sekadar mendengar, tetapi juga mencari solusi konkret yang dapat diimplementasikan bersama pihak terkait.
"Langkah ini merupakan wujud komitmen DPRD Gresik untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara dewan dan konstituennya," imbuh dia. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq