RADAR GRESIK - Proyek pembangunan Jalan Bringkang-Menganti masih belum selesai dikerjakan. Akibatnya, jalan menjadi becek dan licin usai diguyur hujan. Kondisi ini membuat pengendara harus berhati-hati saat melintas agar tidak terjatuh.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi yang mendatangi lokasi mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintas.
"Karena belum tertutup aspal, jalanan menjadi becek dan licin setelah diguyur hujan," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, pihaknya juga menyoroti proses pekerjaan yang dilakukan saat hujan terus mengguyur setiap hari.
Pihaknya khawatir hasil pekerjaam nanti tidak maksimal dan akhirnya mudah rusak lagi.
“Kualitasnya ini yang kami pertanyakan. Karena dikerjakan saat hujan dikawatirkan tidak awet. Semoga saat pengaspalan nanti tidak hujan,” tandasnya.
Ia menambahkan, untuk pekerjaannya memang sangat bisa selesai tepat waktu.
"Meskipun, saat ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan. Seperti krosing jalan, pemasangan udicth hingga gelar agregat," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Gresik optimis proyek pembangunan Jalan Bringkang-Menganti bisa tuntas tepat waktu. Saat ini tinggal 435 meter saja yang belum dilakukan pengaspalan.
“Estimasi selesai 27 Desember. Ini agregat sudah mulai digelar,” ucap Kabid Bina Marga DPUTR Pemkab Gresik Eddy Pancoro saat dikonfirmasi awak media.
Pada tahun 2024 ini, proyek pelebaran tersebut menyasar 1,8 kilometer. Mayoritas jalan sudah dilakukan pengaspalan. “Tahun depan kembali dilanjutkan sekitar 750 ke arah Menganti. Nanti nyambung sampai perbatasan Surabaya,” pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq