RADAR GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik terus berinovasi untuk menjaga lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan industri. Setelah sukses memantau kualitas udara menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS), kini DLH fokus pada pengawasan kualitas air dengan menerapkan Online Monitoring atau Onlimo.
Saat ini, DLH Gresik telah memasang dua stasiun Onlimo, masing-masing di Sungai Bengawan Solo (Kecamatan Dukun) dan Sungai Brantas (Kecamatan Wringinanom).
Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengatakan alat ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemkab Gresik.
“Dua alat ini memungkinkan kami memantau kualitas air secara otomatis, kontinu, dan daring. Dengan data real-time, kami dapat mengetahui tren perubahan mutu air serta mendeteksi kondisi lingkungan kapan saja,” ujarnya, Senin (26/11).
Ia menjelaskan, Onlimo menggunakan teknologi berbasis sensor, data logger, transmisi data, dan sistem database untuk memantau sejumlah parameter kualitas air.
Beberapa di antaranya adalah Total Suspended Solids (TSS), pH, Dissolved Oxygen (DO), Nitrat, Amonia, Total Dissolved Solids (TDS), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biological Oxygen Demand (BOD).
Menurut Sri Subaidah, DLH berencana menambah jumlah alat Onlimo untuk memaksimalkan pengawasan, terutama di anak sungai yang rawan pencemaran.
“Kami akan bekerja sama dengan ITS untuk penyediaan alat tambahan tersebut. Ini langkah penting untuk memastikan kualitas air tetap terjaga,” tambahnya.
Dengan adanya Onlimo, DLH berharap dapat menjaga kualitas air di Kabupaten Gresik, sekaligus mencegah pelaku usaha dan kegiatan membuang limbah sembarangan.
“Semuanya akan diawasi dengan teknologi ini. Kami harap pelaku usaha dan kegiatan lebih disiplin dalam pengelolaan limbahnya,” pungkas Sri Subaidah.
Upaya DLH Gresik ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. "Dengan pemanfaatan teknologi, diharapkan kualitas lingkungan di Gresik dapat terus terjaga," imbuhnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq