Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Jalani Debat Kedua, Paslon Yani-Alif Sampaikan Komitmennya Menyelesaikan Persoalan Tenaga Kerja, Infrastruktur hingga Real Estate

Fahtia Ainur Rofiq • Kamis, 21 November 2024 | 18:19 WIB
DEBAT PILKADA: Paslon Yani - Alif saat mengikuti debat kedua yang dilaksanakan KPU Gresik.
DEBAT PILKADA: Paslon Yani - Alif saat mengikuti debat kedua yang dilaksanakan KPU Gresik.

RADAR GRESIK - Pasangan Calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani dan dr. Asluchul Alif (Yani-Alif) menyampaikan komitmen strategisnya dalam debat kedua Pilkada Gresik 2024. Mereka memaparkan sejumlah program unggulan untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Mulai urusan tenaga kerja, infrastruktur, pelayanan publik berbasis digital hingga real estate.

Hal ini sesuai pertanyaan panelis yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik. Calon Bupati (Cabup) Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan terkait ketenagakerjaan, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk menuntaskan pengangguran yang terus mengalami penurunan.

"Alhamdulillah jumlah pengangguran di Gresik saat turun dari sebelumnya 12 persen. Turun 10 persen dan sekarang sekitar 6,8 persen," ujarnya didampingi Calon Wakil Bupati (Cawabup) dr Asluchul Alif.

Sejumlah program yang disiapkan untuk menuntaskan persoalan pengangguran yakni dengan meningkatkan kegiatan job fair hingga pelatihan tenaga kerja bersertifikat.

"Kami juga akan memastikan seluruh perusahaan menaati aturan 60 persen tenaga kerja lokal," ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk memastikan aturan 60 persen tenaga kerja lokal terealisasi, pihaknya akan membuat sistem ketenagakerjaan yang bisa mengindentifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Jadi nanti bisa diketahui pekerja itu memang asli Gresik atau orang luar yang pindah ke Gresik. Karena ada kode disetiap NIK yang menjelaskan asal daerahnya," kata dia.

Nantinya perusahaan wajib mengisi data karyawannya yang berasal dari Gresik. Serta desa juga wajib mengisi sesuai angkatan kerja di wilayahnya masing-masing.

"Jadi nanti bisa diketahui, pemenuhan 60 persen pekerja lokal di perusahaan serta jumlah masyarakat yang belum bekerja," terangnya.

Kemudian, terkait perlindungan tenaga kerja rentan. Pihaknya selama ini sudah memberikan perlindungan ke pekerja rentan. Mulai para petani, para sopir angkot hingga ojek online dengan memanfaatkan dana DBHCHT.

"Kami juga membentuk tim URC Disnaker yang berkolaborasi dengan serikat untuk mengawasi seluruh perusahaan mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga mendorong desa mendaftarkan 100 tenaga kerja rentannya ke BPJS menggunakan APBDes. Ke depan kami akan mendorong perusahaan melalui dana CSR untuk membantu mendaftarkan pekerja rentan ke BPJS ketenagakerjaan," tandasnya.

Sementara itu, terkait infrastruktur Paslon Yani - Alif berkomitmen menuntaskan perbaikan jalan rusak. Awal menjabat pada tahun 2021, pihaknya menghadapi pandemi covid-19, jadi pembangunan infrastruktur baru bisa maksimal di tahun 2023. 

Saat itu anggaran yang disiapkan mencapai Rp 400 miliar dan terealisasi Rp 300 miliar. "Sudah 260 kilometer jalan yang kami bangun. Saat ini jalan rusak tinggal 28 persen. Kami berkomitmen menyelesaikan kekurangan ini dengan betonisasi. Karena tanah di Gresik gerak. Kalau pavingisasi umurnya tidak lama," ujarnya.

Terkait persoalan bencana, Paslon Yani-Alif juga memberikan perhatian lebih. Misalnya, terkait persoalan banjir Kali Lamong. Sampai saat ini pihaknya sudah melakukan normalisasi sepanjang 40 kilomater serta membangin kolam retarding basin untuk penampungan air.

"Ke depan kami akan pasang sensor di Kali Lamong agar BPBD bisa memantau realtime debit airnya agar bisa langsung diantisipasi. Selain Kali Lamong sensor juga akan dipasang di Bawean untuk antisipasi gempa," katanya.

Terkait pelayanan publik, berdasarkan survei dan analisis Ombudsman Republik Indonesia bahwa indeks pelayanan publik di Kabupaten Gresik semakin membaik dari skor hanya 56,65 pada Tahun 2022 masuk dalam zona kuning lalu melesat jauh di angka 87,64 pada tahun 2023. 

"Ke depan akan terus kami tingkatkan dengan digitalisasi. Saat ini sudah ada Desa SIAP. Dengan adanya sistem ini masyarakat tidak perlu datang ke desa terkait surat menyurat cukup melalui HP," terangnya.

Selanjutnya, pihaknya akan membuat sistem antrian berobat di puskesmas dan rumah sakit secara digital. Jadi nanti pasien tidak perlu antri secara langsung. Cukup mendaftar antrian secara digital dan datang sesuai waktu yang ditentukan.

"Untuk memastikan digitalisasi berjalan maksimal kami akan terus melatih para ASN agar siap dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal," pungkasnya.

Ia menambahkan, terkait sektor real estate. Memang sempat mengalami penurunan pada awal ia menjabat tahun 2021 lalu. Penurunan pertumbuhan karena pandemi. Saat ini sudah mulai berkembang. 

Agar ke depan bisa semakin tumbuh, pihaknya berkomitmen untuk mempermudah perizinannya serta meningkatkan infrastruktur agar devoloper berinvestasi di Gresik.

"Namun kami juga akan memastikan pembangunan real estate menggunakan tenaga kerja lokal. Mulai orang yang membangun mengurus taman dan yang lainnnya, Selain itu kami juga akan terus mendorong agar tersedia rumah murah. Sehingga masyarakat gresik bisa memiliki rumah dengan harga yang terjangkau," imbuhnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Pilkada Gresik 2024 #pelayanan publik #digitalisasi #Pengangguran #tenaga kerja #Debat Calon #Yani Alif #KPU Gresik #job fair #ombudsman #real estate