Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Nusron Wahid: Dari Aktivis PMII hingga Menteri Berjuang untuk Buruh Migran dan Keadilan Tanah Rakyat

Muhammad Firman Syah • Selasa, 29 Oktober 2024 | 14:20 WIB

 

Tetap Kritis : Menteri ATR/BPN periode 2024-2029, Nusron Wahid.
Tetap Kritis : Menteri ATR/BPN periode 2024-2029, Nusron Wahid.

Radar Gresik - Siapa yang bisa menyangka, seorang pemuda kelahiran Kudus, Jawa Tengah, kini menjadi sosok penting dalam pemerintahan Indonesia, mengemban tanggung jawab besar dalam membenahi persoalan agraria yang mengakar.

Nusron Wahid, nama yang sudah tidak asing lagi dalam kancah politik dan aktivisme nasional, lahir pada 12 Oktober 1973. Sejak awal, ia tumbuh dengan semangat membara, berkomitmen pada pengabdian yang ia bangun dari dasar—untuk mereka yang kerap dilupakan, rakyat kecil.

Perjalanan Nusron dimulai dari kampung halamannya di Kudus. Pendidikan dasar hingga Universitas Indonesia berhasil ia tempuh, meraih gelar Sarjana Sastra di bidang Ilmu Sejarah. Di kampus ini, ia lebih dari sekadar mahasiswa.

Kepemimpinannya diuji dan terasah ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 1998, masa yang penuh gejolak. Aktivisme yang ia bangun tak hanya sekadar berteriak di jalanan; ia mengerti, perubahan harus dimulai dari kebijakan dan di sanalah panggilannya berlabuh.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, ia melanjutkan studi S2 di Institut Pertanian Bogor, memperdalam ilmu ekonomi. Peran sebagai wartawan dan peneliti pun ia lakoni, menambah perspektif dan wawasan dalam melihat ketimpangan sosial yang masih membayangi negeri ini. Mimpinya semakin jelas—ia ingin menjadi bagian dari perubahan nyata.

Tahun 2004, Nusron masuk ke dunia politik, bergabung dengan Partai Golkar dan terpilih sebagai anggota DPR. Di gedung parlemen, ia aktif di Komisi VI, membawahi bidang perdagangan, industri, dan investasi. Namun, bagi Nusron, itu bukan sekadar pekerjaan. Setiap suara rakyat yang ia dengar menjadi alasan bagi tekadnya untuk terus berjuang. Ia ingin mendobrak batas-batas yang mengekang masyarakat kecil, terutama para pekerja migran yang kerap tak terdengar jeritannya.

Perjalanan politiknya terus berlanjut. Pada tahun 2014, Nusron mendapat amanah sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Di sinilah, ia menjalankan inovasi-inovasi baru, menciptakan sistem deteksi dini demi melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Nusron tak ingin satu pun dari mereka merasa sendirian. Ia tahu betul, setiap buruh migran meninggalkan keluarga demi sesuap nasi, dan ia ingin memastikan mereka terlindungi dari bahaya.

Puncak karier Nusron mungkin belum usai, tapi ia mencapai titik baru ketika pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN. Di tengah gempuran masalah mafia tanah dan sengketa agraria, Nusron berdiri tegap. Ia tak gentar. Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan inovasi sertifikat tanah elektronik, ia berharap dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Baginya, tanah adalah nyawa bagi sebagian besar rakyat, dan ia ingin memastikan nyawa itu tak terenggut oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan keuntungan.

Di balik sederet jabatan yang ia emban, Nusron tetaplah seorang aktivis yang memulai semuanya dari bawah. Baginya, pengabdian tidak diukur dari gelar atau kekuasaan. Hingga kini, ia terus berupaya menyuarakan keadilan, memastikan bahwa rakyat mendapat haknya. Bagi Nusron Wahid, pengabdian kepada masyarakat adalah warisan terbaik yang ingin ia tinggalkan.

Inilah kisah seorang putra bangsa, yang tidak hanya bicara tentang perubahan, tetapi bekerja tanpa lelah untuk mewujudkannya. Dari aktivis hingga menteri, Nusron Wahid tak pernah berhenti memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Di setiap langkahnya, ia mengukir harapan, bahwa Indonesia suatu saat akan menjadi tempat di mana keadilan berdiri tegak bagi setiap anak bangsa.

Editor : Cak Fir
#nusron wahid #pmii #ATR BPN #BPN GRESIK