Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Belanja Masalah dari Rakyat, Cabup Gresik Syahrul Munir Blusukan Pasar Tradisional di Pulau Bawean, Begini Sambatan Para Pedagang

Fahtia Ainur Rofiq • Selasa, 30 Juli 2024 | 18:13 WIB
Cabup Gresik Syahrul Munir saat menemui para pedagang pasar tradisional di Pulau Bawean untuk belanja masalah rakyat.
Cabup Gresik Syahrul Munir saat menemui para pedagang pasar tradisional di Pulau Bawean untuk belanja masalah rakyat.

RADAR GRESIK - Calon Bupati (Cabup) Gresik Syahrul Munir terus melanjutkan upaya belanja masalah dengan intens bertemu dan berdialog dengan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan blusukan ke Pasar Tradisional yang ada di Pulau Bawean. 

Dalam kunjungannya, berbagai masalah dititipkan para pedagang agar bisa diselesaikan kalau Cabup Gresik Syahrul Munir terpilih menjadi Bupati Gresik di Pilkad 2024.

Seperti yang disampaikan Rasyid, 35, salah satu pedagang Pasar Pedalaman, Kecamatan Sangkapura. Ia mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU).

"Kalau terpilih menjadi bupati, tolong mas Syahrul Munir memberikan perhatian lebih,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar ada perhatian kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Ma’sud di Pulau Bawean.

"Banyak pasien harus dirujuk ke RSUD Ibnu Sina di Kota karena tenaga medis khususnya dokter spesialis maupun sarana penunjang untuk pelayanan masih kurang. Padahal untuk menuju RSUD Ibnu Sina butuh waktu lama menyeberangi laut," keluhnya.

Sementara itu, Cabup Gresik Syahrul Munir mengatakan kedatangannya ke Bawean untuk melakukan belanja masalah yang dihadapi rakyat.

"Saya ingin lebih banyak mendengar masalah-masalah yang dihadapi rakyat. Sehingga, kalau nanti saya terpilih program-program pemerintah bisa sesuai dengan kebutuhan rakyat," kata dia.

Ia menjelaskan, selama ini banyak program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah dianggap bagus oleh para pejabat. Tetapi ternyata program tersebut tidak bagus bagi rakyat, karena tidak begitu dibutuhkan.

"Makanya kalau saya diberi amanah jadi bupati, saya minta tidak ada sekat antara pemerintah dan rakyat. Semua pejabat harus dekat dengan rakyat. Mendengar dan terus mendengar keluhan rakyat. Sehingga, saat bikin program sesuai keinginan rakyat," tegasnya.

Seperti yang disampaikan pedagang yang ada di Pasar Sangkapura. Masalah penerangan jalan, fasilitas kesehatan ini sudah jadi keluhan rakyat Bawean selama bertahun-tahun.

"Kenapa sampai sekarang tidak ada solusi. Apakah pemerintah tidak pernah mendengar atau tidak mau mendengar?," tegasnya.

Ia mengatakan, selama ini alasan yang selalu dimunculkan pemerintah adalah minimnya anggaran. Namun, tidak pernah disampaikan dengan anggaran yang minim sudah seberapa jauh progres pembangunan dilakukan.

"Kalau memang pemerintah mendengar keluhan rakyat seharusnya sudah ada tindak lanjut. Meskipun itu tidak 100 persen sampaikan saja agar masyarakat tahu," tandasnya.

Kemudian, dalam proses perencanaan pasti ada target selesainya. Misalnya, untuk membangun penerangan jalan di Bawean butuh waktu 5 tahun. Maka itu harus disampaikan agar rakyat tidak bertanya-tanya lagi. "Yang pasti 5 tahun pasti selesai," pungkasnya.

Ia menambahkan, berbagai keluhan yang disampaikan rakyat akan dimasukkan ke dalam program prioritas Gresik Mentas. 

"Dengan kerja bareng-bareng dengan rakyat kami yakin semua program prioritas Gresik Mentas bisa diselesaikan dengan baik," pungkasnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Pedagang #Sangkapura #Syahrul Munir #rsud umar masud #cabup #penerangan jalan #Belanja masalah #keluhan masyarakat #BAWEAN #pilkada #pasar tradisioanal