Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bupati Yani Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu RSUD Ibnu Sina Gresik, Digadang Pertama dan Tercanggih di Pantura

Muhammad Firmansyah • Jumat, 26 Juli 2024 | 18:34 WIB
Canggih : Bupati Fandi Akhmad Yani meninjau ruang CT Simulator yang berfungsi sebagai alat screning bagi penderita Kanker.
Canggih : Bupati Fandi Akhmad Yani meninjau ruang CT Simulator yang berfungsi sebagai alat screning bagi penderita Kanker.

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah terus berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas kesehatan masyarakat. Bagi Pemkab Gresik, kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tidak hanya harus diperhatikan melainkan juga dipenuhi oleh pemerintah.

Hal tersebut diwujudkan melalui pembangunan Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT) yang pertama dan satu-satunya di kawasan Pantura pulau Jawa. Bahkan, fasilitas IPKT RSUD Ibnu Sina  merupakan layanan kesehatan dengan alat tercanggih paling modern saat ini.

Peresmian gedung IPKT dilakukan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah. Tidak ketinggalan Forkopimda Pemkab Gresik juga ikut dalam seremonial yang digelar komplek RSUD Ibnu Sina Gresik Kamis, (25/07) kemarin.

Dalam sambutannya, Bupati Yani menuturkan jika dulunya lahan yang digunakan sebagai gedung IPKT merupakan halaman yang tidak terawat tempat penyimpanan aset RSUD yang tidak terpakai. Namun dalam waktu singkat, dibawah komando dr. Soni selaku Direktur RSUD, halaman yang kumuh itu bisa disulap menjadi gedung layanan kesehatan yang megah dengan halaman parkir yang luas.

"Latar belakang dibangunnya fasilitas IPKT ini karena kami memiliki data jika lima besar angka kematian terbesar salah satunya dari penyakit kanker. Ini yang membuat hati saya tergerak untuk berangkat ke Jakarta dan menemui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di kantornya," kata Bupati Yani.

Dari hasil pertemuan dengan Menkes Budi, lanjut Gus Yani, dirinya berhasil mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 50 miliar yang digunakan untuk pengadaan alat radioterapi (Linac) dan CT Simulator. Kedua perangkat itu berfungsi sebagai alat screning bagi pasien pengidap Kanker sebelum nantinya dilakukan tindakan kemoterapi.

"Saya mendengar selama ini RSUD Ibnu Sina banyak merujuk pasien Kanker ke RS di Surabaya dengan waktu tunggu pasien hingga 6 bulan. Untuk itu setelah layanan IPKT ini berfungsi seluruh pasien cukup dilayani disini sampai sembuh," imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Yani mengapresiasi langkah dan gebrakan RSUD Ibnu Sina dalam menghadirkan inovasi ini. Ditambah lagi seluruh pembangunan proyek strategis daerah ini tidak menggunakan APBD Pemkab Gresik.

"Kita berdoa semoga hadirnya layanan ini akan menambah angka kesehatan masyarakat Gresik," tandasnya.

 Baca Juga: Bupati Komitmen Berikan Perhatian Penuh untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Gresik

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik, dr Soni menyebut jika selama satu tahun angka kasus penyakit Kanker yang ditangani RSUD Ibnu Sina Gresik mencapai 1.386 kasus atau setara dengan 0,6 persen kunjungan pasien. Berangkat dari hal inilah pihaknya melahirkan sebuah gagasan untuk membangun layanan IPKT di Kabupaten Gresik lengkap dengan sejumlah dokter spesialis dan tenaga medis level 8 di dalamnya.

"Kami bersyukur RSUD Ibnu Sina telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penyakit Kanker di wilayah regional 4 Kabupaten di Pantura. Kami berharap dengan hadirnya layanan ini semua pasien Kanker di Gresik bisa ditangani sampai sembuh. Sudah saatnya RSUD Ibnu Sina menjadi RS unggulan di wilayah regional," kata dr. Soni. (fir)

Editor : Hany Akasah
#pemkab gresik #Aminatun Habibah #fandi akhmad yani #gresik #ibnu sina #RSUD