RADAR GRESIK - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Laporan Keterengan Pertanggungjawaban (LKPj) 2023. Dalam laporannya, bupati menyebut 5 misi tahun 2023, memiliki capaian sangat tinggi. Meskipun, pada APBD 2023 pemerintah terlilit utang proyek hingga ratusan miliar.
Penilaian capaian kinerja LKPJ berlandaskan Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) 86/2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Ranperda tentang RPJPD dan RPJMD serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD.
Misi pertama, yakni menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel serta mewujudkan kepemimpinan yang Inovatif dan Kolaboratif. Pada tahun 2023, Pemkab Gresik berhasil memperoleh predikat A dengan capaian 112,28 persen persen dengan kategori sangat tinggi.
"Indikator kinerja sasaran untuk misi pertama, diketahui dari dua sasaran pembangunan. Yakni indikator kinerja sasaran Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Indeks Inovasi Daerah, seluruhnya bernilai sangat tinggi," ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Kemudian, Misi kedua yakni membangun infrastruktur berdaya saing, memakmurkan desa menata kota. Berdasarkan publikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), nilai indeks daya saing daerah Kabupaten Gresik memperoleh nilai 3,38 dari target 3,21 dengan kategori sangat tinggi.
"Meliputi indeks kualitas layanan infrastruktur, indeks kualitas lingkungan hidup, dan indeks pembangunan gender," ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Pada misi ketiga untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang seimbang antar Sektor dan antar wilayah dengan indikator utama pertumbuhan ekonomi. Pertumbugan ekonomi pada 2023 hanya 4,62 persen. Angka ini turun dibandingkan dari tahun 2021 ke 2022 yang mencapai 7,38 persen.
"Adapun penilaian indikator kinerja sasaran pada misi ketiga, dari satu sasaran pembangunan dengan dua indikator kinerja sasaran, indeks williamson bernilai sangat tinggi dan pertumbuhan PDRB sektor pertanian bernilai tinggi," terang Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Selanjutnya misi keempat yakni membangun insan Gresik unggul yang cerdas, mandiri, sehat dan berakhlakul karimah. Sebagaimana publikasi BPS Kabupaten Gresik Tahun 2023, IPM Kabupaten Gresik memperoleh nilai 78, 44 dan juga berata di atas angka Jawa Timur dan Nasional, dengan target 79,42 sehingga capaiannya 98,76 persen dengan kategori sangat tinggi.
Dan terakhir pada misi kelima yakni meningkatkan kesejahteraan sosial dengan Menciptakan lapangan kerja dan menjamin kebutuhan dasar masyarakat Gresik. Tingkat kemiskinan Kabupaten Gresik tahun 2023 berada pada angka 10,96 persen. Dan ini merupakan presentase kemiskinan terendah selama 11 tahun terakhir. Dari target 10 persen sampai 10,7 persen sehingga capaiannya 100 persen dengan kategori sangat tinggi.
"Sedangkan tingkat pengangguran terbuka tahun 2023 sebesar 6,82 persen dengan capaian 99,71 persen dengan kategori sangat tinggi," pungkas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Sementara itu, sesuai mekanisme, DPRD Gresik akan menindaklanjuti laporan sesuai bidang di masing-masing komisi. "Untuk memastikan laporan sesuai realitas di lapangan. Nanti akan segera kami jadwalkan melalui rapat Badan Musyawarah," terang Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq