RADAR GRESIK- Rencana Pemerintah Kabupaten Gresik menyulap kawasan Bandar Grissee menjadi sentra Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar.
Bukan tanpa alasan, para warga yang sudah tinggal selama puluhan tahun itu merasa terganggu dan tidak bisa masuk ke dalam rumah apabila kawasan Bandar Grissee menjadi sentra UMKM.
Menanggapi penolakan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Achmad Wasil Miftahul Rohman mengaku pihaknya mendengarkan aspirasi dan keberatan warga Bandar Grissee.
Untuk itu Pemkab Gresik masih akan melakukan kajian ulang terhadap rencana penataan PKL dan UMKM di kawasan tersebut.
"Terkait rencana penempatan UMKM nanti akan kami kaji lagi. Tentunya dengan mendegarkan masukan dari masyarakat," kata Wasil.
Dijelaskan, saat ini Pemkab Gresik justru tengah berkosentrasi tentang penataan area parkir kendaraan di kawasan Bandar Grissee yang mssih semrawut.
Menurut Wasil, Dishub Gresik telah menunjuk tiga kantong parkir untuk menampung ratusan kendaraan pengunjung Bandar Grissee.
"Kantong kendaraan kami siapkan di Jalan Nyai Ageng Pinatih, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Raden Santri area eks bioskop lama. Namun khusus yang dibioskop saat ini masih komunikasi masih belum ada titik temu," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, rencana pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjadikan kawasan Bandar Grissee menjadi lebih rapi agar ekonomi semakin menggeliat mendapatkan penolakan keras dari warga yang tinggal disekitar kawasan.
Bahkan, warga siap turun ke jalan apabila pemerintah akan menjadikan kawasan Bandar Grissee sebagai pusat kuliner dan UMKM lantaran dianggap menganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Sikap penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua RT 06 RW 03 Kelurahan Bedilan, Efi Rahmawati.
Dia menyebut, saat sosialisasi pembangunan Bandar Grissee kala itu Pemerintah Daerah berjanji tidak akan merubah kawasan Jalan Basuki Rahmat menjadi sentra kuliner maupun UMKM melainkan hanya area warga untuk duduk-duduk santai saja. (fir/han)
Editor : Hany Akasah