GRESIK-Kinerja Agus Suwondo sebagai Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Kecamatan Cerme tidak perlu diragukan lagi.
Sejak dilantik pada 2019 lalu, ia telah berupaya membangun perekonomian desa dengan sangat baik.
Tak heran bila Banjarsari dinobatkan menjadi salah satu desa terbaik di Gresik dan mewakili dalam lomba desa tingkat Provinsi Jatim.
Salah satu upaya yang dilakukannya untuk meningkatkan perekonomian desa yakni dengan membangun Banjarsari Sport Center.
"Banjarsari Sport Center (BSC) nantinya selain lapangan bola dan futsal indoor, juga dilengkapi gedung serbaguna, minimarket, taman bermain, cafe, pujasera, panggung musik, dan joging area," ujar Kepala Desa Banjarsari Agus Suwondo.
BSC diharapkan bisa meningkatkan ekonomi warga Banjarsari.
"Ada pujasera dimana bisa sebagai wadah promosi UMKM warga Desa Banjarsari," kata dia.
Tahun ini, pihaknya akan berusaha menyelesaikan pembangunan gedung utama BSC.
"Sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes)," terangnya.
Selain BSC, pihaknya juga berencana membangun pariwisata desa. Ada dua telaga di Desa Banjarsari yang akan digunakan untuk wisata.
Kemudian, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menjadikan Waduk Bunder sebagai wisata air.
"Lokasi Waduk Bunder sangat strategis, sangat tepat bila dijadikan tempat wisata. Saya sudah berkirim surat ke Pak Bupati serta sudah bertemu dengan BBWS. Konsepnya sudah jadi. Tinggal menunggu tindaklanjut dari Kabupaten dan BBWS," tandasnya.
Dalam konsep awal, nantinya di Waduk Bunder juga akan disediakan rest area untuk pengendara yang melintas.
Sehingga, masyarakat Banjarsari bisa berjualan di lokasi.
"Sempat ada pertemuan pada 2021 lalu. Namun karena pandemi rencana tersebut tidak berjalan. Saya akan coba berkomunikasi kembali," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya berencana mengintegrasikan BSC, Telaga dan Waduk Bunder.
Pihaknya minta dukungan semua pihak dan masyarakat agar apa yang menjadi cita-citanya membangun perekonomian desa bisa terwujud.
"Butuh waktu untuk menyelesaikan secara keseluruhan. Saat ini kami fokus menyelesaikan BSC dulu. Tahun ini kami targetkan bisa launching," pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah