GRESIK- Pemerintah Kabupaten Gresik merespon cepat kondisi perlambatan ekonomi global dengan memberikan stimulus berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Anggaran sebesar Rp 4 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) itu diberikan kepada 2447 warga di seluruh Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Gresik, Ummi Khoiroh menyampaikan, dalam sepekan terakhir Pemkab Gresik telah menyalurkan DBHCHT kepada ratusan warga dari 4 kecamatan di wilayah Gresik Utara yang meliputi Kecamatan Dukun sebanyak 172 orang, Ujungpangkah 92 orang, Bungah 166 orang, dan Kecamatan Panceng 182 orang.
"Bantuan kami berikan sekaligus sebanyak 3 tahap dengan nominal Rp 600.000 pertahap. Sehingga jika dijumlahkan dalam pekan ini masing-masing penerima manfaat akan menerima Rp1,8 juta per orang," jelasnya.
Diharapkan, pemberian BLT ini dapat menjadi penyemagat masyarakat di tengah ekonomi masyarakat yang sulit akibat melambungkan harga-harga kebutuhan bahan pangan.
Sementara itu, Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik, terus berupaya dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Untuk itu dirinya bersama Dinas Sosial Kabupaten Gresik dan PT Pos Cabang Gresik, tancap gas ke tiap kecamatan di Kabupaten Gresik. Rencananya, penyaluran ini akan rampung pada akhir tahun 2023, dimulai dengan Gresik wilayah utara.
"Bantuan sosial ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga dapat membantu kebutuhan harian bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," ujar Bupati Gresik saat menyalurkan BLT DBHCHT di Kecamatan Panceng, Minggu (17/09) kemarin.
Bupati juga mengatakan, dana ini diberikan oleh pemerintah pusat dari hasil pajak rokok dengan pita cukai. Untuk itu, penting bagi masyarakat agar tidak membeli atau mengedarkan rokok ilegal tanpa pita cukai.
"Karena rokok tanpa pita cukai ini merugikan kita. Dengan kita tidak mendukung peredaran rokok tersebut, kita bisa membantu para petani tembakau, buruh pabrik rokok, petani, nelayan, para lansia dan warga kurang mampu yang terdata di DTKS," ucap Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu.
Oleh karenanya, Gus Yani juga berpesan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk hal yang positif. Diantaranya membeli sembako dan kebutuhan harian rumah tangga.
"Pesan saya manfaatkan bantuan dana ini sebagai semestinya. Jangan gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi judi online," pungkasnya
Sementara itu, Muarofah, salah satu warga Dusun Mulyorejo, Desa Delegan, Kecamatan Panceng mengaku senang saat menerima BLT dari Pemkab Gresik.
"Alhamdulillah saya sangat senang dan sangat gembira. Bantuan ini akan saya gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, obat dan lain-lain," ujar Muarofah. (fir/han)
Editor : Hany Akasah