Dari informasi yang berhasil dihimpun, target awal retribusi sewa tanah dan bangunan hanya Rp 14 miliar. Pada pembahasan perubahan, targetnya naik menjadi Rp 114 miliar atau naik Rp 100 miliar.
Kepala BPPKAD Gresik Reza Pahlevi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kenaikan tersebut direncanakan berasal dari sewa tanah reklamasi dari Petrokimia Gresik. Potensi sewa tanah reklamasi seluas 14 hektar selama 30 tahun ada potensi Rp 147 miliar.
"Saat ini kami masih berkomunikasi dengan PT Petrokimia Gresik agar bisa masuk pada akhir tahun ini sebesar Rp 100 miliar," ujarnya.
Dikatakan, untuk sisanya pihaknya akan mengupayakan bisa masuk pada APBD 2024 mendatang. Pihaknya masih terus berkomunikasi agar ada titik temu. "Masih kami komunikasikan semoga berjalan lancar. Sehingga anggaran APBD 2023 tidak mengalami penuruan signifikan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik Asroin Widyana mengatakan pihaknya meminta agar potensi tersebut bisa masuk pada perubahan 2023. Sehingga, PAD tidak merosot terlalu tajam. "Kami minta segera berkoordinasi agar benar-benar masuk. Karena tinggal 4 bulan lagi tahun anggaran 2023," kata dia.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pendalaman dengan OPD mitra terkait perubahan APBD 2023. Untuk kepastiannya nanti menunggu finalisasi digelar. "Masih terus kami bahas bersama OPD terkait. Semoga penurunannya tidak signifikan," pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah