Direktur Teknik dan Operasional BUMD PT Gresik Migas M Prisdianto Mihardjo mengatakan saat ini progres pembangunan telah mencapai 92 persen. Pihaknya optimis pada akhir Agustus ini pembangunan bisa selesai dilakukan.
"Saat ini para pekerja tinggal melalukan finishing pembangunan SPBN-nya," ujarnya.
Dikatakan, setelah pembangunan selesai dari Pertamina akan melakukan pengecekan health, safety, security dan environment (HSSE). Dari hasil pengecakan, apa yang menjadi kekurangan akan dilakukan perbaikan.
"Jadi setelah selesai akan dicek dulu kelayakannya oleh Pertamina," ungkap dia.
Kemudian, jika sudah dinyatakan layak pihaknya akan mengajukan izin operasinya ke Pertamina. Semoga tidak ada kendala pada proses ini.
"Untuk waktunya kami tidak bisa memastikan tergantung dari pihak Pertamina. Yang pasti kami akan mengikuti prosedur yang berlaku," terangnya.
Ia berharap seluruh proses bisa selesai pada akhir tahun 2023 ini. Sehingga bisa langsung dioperasionalkan untuk melayani nelayan yang ada di pesisir Kota Gresik.
"Nantinya untuk pembelian solarnya akan difasilitasi Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik. Sehingga tidak dijual secara bebas. Hanya nelayan yang terdaftar saja," imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di bawah komando Bupati Fandi Akhmad Yani berkomitmen menyediakan SPBN disejumlah titik. Ini dilakukan untuk memudahkan para nelayan mendapatkan solar subsidi agar meningkatkan produktivitasnya. Usulan tersebut disampaikan langsung bupati kepada pemerintah pusat. (rof)
Editor : Hany Akasah