Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perpusda Gresik Bersiap Jadi Pusat Studi Literasi Naskah Kuno

Hany Akasah • Sabtu, 5 November 2022 | 12:00 WIB
BUNTU: Hingga saat ini demonstrasi yang dilakukan pekerja PT Angkasa Raya Steel masih belum menemui titik terang. (Firmansyah/Radar Gresik)
BUNTU: Hingga saat ini demonstrasi yang dilakukan pekerja PT Angkasa Raya Steel masih belum menemui titik terang. (Firmansyah/Radar Gresik)
GRESIK - Sejumlah upaya terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Gresik untuk menjadi pusat studi literasi naskah kuno. Kemarin, mereka melakukan studi banding ke Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya. Tujuananya untuk membangun komunikasi dengan para pemilik naskah lama.

Kedatangan Dinas Perpus dan Kearsipan ini diterima oleh  Raden Panji Johanes Udik selaku Reference and Literary Staf bersama Christye Dato Pango selaku Library Promotion and Marketing Staf dan staf pengajar di Universitas Ciputra Suryadu Kusniawan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Budi Raharjo mengatakan kedatangannya ke Ciputra sebagai salah satu langkah untuk mempersiapkan peta jalan menuju pusat studi literasi naskah kuno.

“Kami belajar dari Oei Him Wie, orang yang menyelamatkan naskah asli tetralogi Pramoedya Ananta Toer,” ujarnya.



Menurut dia, Gresik sangat potensial menjadi pusat literasi naskah kuno. Sebab, Gresik merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa pada masa lalu. Terbukti dengan adanya makam panjang Leran dan cagar budaya di Leran yang saat ini sedang di Eskavasi tim Balai Cagar Budaya.

“Selain situs purbakala, di Gresik juga banyak naskah kuno yang memuat cerita tentang sejarah. Misalnya Giri, Sidayu serta aktivitas Pondok Pesantren,” terangnya.

Baca juga : Dewan Dukung Dinas Perpusda Gresik Digitalisasi Naskah Kuno

Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan Perpusda Gresik mencakup 3 aspek. Pertama naskah kuno, meliputi kegiatan invetarisir naskah kuno, pemilik, kondisi naskah,  preservasi, alih media, penyimpanan dan publikasi. aspek kedua penterjemahan, meliputi kegiatan klasifikasi kompetensi, pelatihan, pelembagaan komunitas dan membangun jejaring komunitas sejenis, dan aspek ketiga tata kelola penyiapan tempat, penyediaan sarana alih media, apresisasi, publikasi.

“Hasil inventarisasu awak ada 63 judul naskah kuno di Gresik, ini belum termasuk tentang Sidayu, Pondok Pesantren Qomaruddin Masangan bunga,” ungkap dia. (rof) Editor : Hany Akasah
#naskah kuno #Dinas Perpustakaan Gresik #Literasi