Kedatangan Dinas Perpus dan Kearsipan ini diterima oleh Raden Panji Johanes Udik selaku Reference and Literary Staf bersama Christye Dato Pango selaku Library Promotion and Marketing Staf dan staf pengajar di Universitas Ciputra Suryadu Kusniawan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Budi Raharjo mengatakan kedatangannya ke Ciputra sebagai salah satu langkah untuk mempersiapkan peta jalan menuju pusat studi literasi naskah kuno.
“Kami belajar dari Oei Him Wie, orang yang menyelamatkan naskah asli tetralogi Pramoedya Ananta Toer,” ujarnya.
Menurut dia, Gresik sangat potensial menjadi pusat literasi naskah kuno. Sebab, Gresik merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa pada masa lalu. Terbukti dengan adanya makam panjang Leran dan cagar budaya di Leran yang saat ini sedang di Eskavasi tim Balai Cagar Budaya.
“Selain situs purbakala, di Gresik juga banyak naskah kuno yang memuat cerita tentang sejarah. Misalnya Giri, Sidayu serta aktivitas Pondok Pesantren,” terangnya.
Baca juga : Dewan Dukung Dinas Perpusda Gresik Digitalisasi Naskah Kuno
Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan Perpusda Gresik mencakup 3 aspek. Pertama naskah kuno, meliputi kegiatan invetarisir naskah kuno, pemilik, kondisi naskah, preservasi, alih media, penyimpanan dan publikasi. aspek kedua penterjemahan, meliputi kegiatan klasifikasi kompetensi, pelatihan, pelembagaan komunitas dan membangun jejaring komunitas sejenis, dan aspek ketiga tata kelola penyiapan tempat, penyediaan sarana alih media, apresisasi, publikasi.
“Hasil inventarisasu awak ada 63 judul naskah kuno di Gresik, ini belum termasuk tentang Sidayu, Pondok Pesantren Qomaruddin Masangan bunga,” ungkap dia. (rof) Editor : Hany Akasah