Senam bersama itu diikuti oleh mayoritas guru swasta di kecamatan Bungah. Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru-guru Sekolah swasta dalam bentuk insentif. "Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,"ujar Ning Min.
Ditegaskan Bu Min, program Gresik Cerdas itu lahir karena keprihatinan terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene kepala SMK, dirinya paham kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di Gresik.
"Saya melihat gaji yang diterima tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,"ungkapnya.
Oleh karena itu, masih sambung Bu Min, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru-guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung,"APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,"jelasnya.
Tak hanya itu, Cabup Cawabup nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani - Aminatun Habibah (Niat) juga memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.
"Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, sehingga para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,"terangnya.
Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2500 anak yatim piatu, huffadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren.
"Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Ta'mir, situs religi dan Situs budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong," ungkapnya.
Usai senam bersama, Min didampingi ratusan peserta senam berkerudung merah melakukan blusukan di desa Sidomukti. Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, yakni Ojo Lali dan Wes Wayahe. (yud/han) Editor : Hany Akasah