Qosim dan Dokter Alif kompak jalan kaki menyusuri jalan perkampungan dengan diiringi salawat QA version, sambil menyalami satu per satu warga yang sudah menunggu di luar rumah. Bahkan banyak warga yang bergantian meminta foto bersama cabup dan cawabup dengan jargon 'Gresik Ayem Tentrem' tersebut. Meski demikian, tapi kegiatan blusukan ini tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Warga Purworejo Sinta, mengaku senang dengan kedatangan Qosim dan Alif ke kampungnya. Apalagi selama ini warga mulai jarang bertemu dengan sosok Pak Qosim karena pandemi Covid-19, sehingga nyaris tidak ada kegiatan seperti pengajian.
"Qosim biasanya datang ke sini dan mengisi kegiatan pengajian. Alhamdulillah sekarang bisa ketemu lagi," ungkap perempuan berusia 30 tahun ini dengan riang gembira.
Bukan hanya pengajian saja yang dirindukan oleh warga, khususnya di kalangan ibu-ibu. Tapi juga ceramahnya setelah salat subuh berjamaah seperti yang pernah dilakukan di desa setempat. "Senang orangnya dermawan, sangat baik dan cepat kenal dengan orang. Semua disapa dan enak saat memberikan ceramah agama setelah jamaah subuh," ujar Mujaiyyah (42), warga lainnya. Selanjutnya, karakter Qosim yang mudah akrab dengan masyarakat telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tri Adi Setiawan. "Bahkan sama orang yang baru dikenalnya saja bisa langsung akrab, dan juga srawungan dengan orang," katanya. Harapannya, Qosim dan Alif melalui ikhtiarnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kecil yang ada di desa, serta pembangunan jalan di desa. (jar/han) Editor : Hany Akasah