Potensi Umrah Tembus 50 Ribu Jamaah, Komisi IV Dorong Ekosistem Ekonomi Haji Dongkrak Produk Gresik

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 12:04 WIB
TALK SHOW – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik Muchamad Zaifudin, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik Lulus, dan Kepala Biro Radar Gresik Umi Hanik Akasah saat menjadi narasumber talk show. (Foto : Ist/Radar Gresik)
TALK SHOW – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik Muchamad Zaifudin, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik Lulus, dan Kepala Biro Radar Gresik Umi Hanik Akasah saat menjadi narasumber talk show. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Besarnya potensi perjalanan ibadah haji dan umrah di Kabupaten Gresik dinilai harus membawa dampak multiplier (multiplier effect) bagi perekonomian warga lokal.

Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik mendorong agar seluruh kebutuhan jamaah, mulai dari perlengkapan ibadah, armada transportasi, hingga perlengkapan oleh-oleh haji dan umrah, sebisa mungkin dipasok dari pelaku UMKM dan industri daerah setempat.

Teguran serta dorongan strategis tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik Muchamad Zaifudin saat menjadi pembicara dalam sesi talk show Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026 di Atrium Gressmall Gresik, Jumat (11/9).

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Hutan di Musim Kemarau, Polres Gresik Ajak Magersari Jaga Kawasan Hutan Panceng

Zaifudin menegaskan, Komisi IV yang membidangi kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat berupaya memfasilitasi agar aktivitas spiritual ini berbanding lurus dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat Gresik.

"Kalau calon jamaah mau beli baju batik, kopiah, sampai kebutuhan perbekalan lainnya, tidak perlu jauh-jauh ke luar Gresik atau ke Surabaya. Kita punya sentra pengrajin batik di Cerme dan sentra kopiah di Jalan Raden Santri yang kualitasnya sangat bersaing," ujar Zaifudin di hadapan para pengunjung pameran.

Politisi dari Fraksi Gerindra ini mengusulkan agar Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Gresik berkolaborasi dengan asosiasi travel untuk memfasilitasi pembuatan outlet atau showroom resmi oleh-oleh dan kebutuhan haji.

Baca Juga: Jemput Bola Layanan Perizinan, DPMPTSP Gresik Buka Stan di Umrah & Haji Fest 2026

Selain itu, kebutuhan angkutan jamaah juga disarankan memprioritaskan Perusahaan Otobus (PO) lokal.

"Ini bukan semata-mata soal mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi bagaimana perputaran uang jamaah itu berputar di tengah warga Gresik. Jika produk dibeli di daerah sendiri, UMKM bergerak, pengrajin bergairah, dan sektor transportasi hidup, sehingga imbasnya langsung dirasakan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Di sisi lain, Zaifudin juga meminta Kemenhaj Gresik memperketat pengawasan perizinan biro travel guna membentengi masyarakat dari ancaman penipuan atau keberadaan travel abal-abal yang merugikan calon jamaah.

Baca Juga: Jemput Bola Layanan Perizinan, DPMPTSP Gresik Buka Stan di Umrah & Haji Fest 2026

Merespons dorongan tersebut, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik Lulus menyampaikan penataan struktur Kemenhaj yang baru memang mengamanatkan pengembangan ekosistem ekonomi haji hingga level daerah melalui unit Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi Ekosistem Haji.

Lulus membeberkan, potensi perputaran ekonomi haji dan umrah di Kabupaten Gresik terbilang fantastis. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Haji dan Umrah (Siskohat), jumlah jamaah umrah asal Gresik sejak Januari hingga September 2026 saja telah menyentuh angka sekitar 50 ribu orang.

Sementara kuota keberangkatan haji reguler mencapai rata-rata 2.700 hingga 2.900 orang per tahun.

Baca Juga: Kebutuhan PJU Gresik Tembus 4.000 Titik, DPRD Gresik Minta Dishub Segera Tangani Titik Rawan

"Seandainya seluruh jamaah umrah asal Gresik membeli oleh-oleh dari UMKM lokal, dampaknya akan sangat luar biasa. Haji dan umrah kini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga bagian dari penggerak ekonomi daerah," kata Lulus.

Ia membeberkan, Kemenhaj Gresik saat ini tengah menyiapkan lima UMKM unggulan untuk dikirimkan pada pameran oleh-oleh haji dan umrah se-Jawa Timur di Madiun pada 25–27 September 2026 mendatang.

Pihaknya terus mengintensifkan koordinasi bersama Diskopumperindag Gresik agar produk industri kreatif lokal dapat tampil optimal di hadapan 20 ribu peserta manasik dari berbagai wilayah Jatim. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gressmall gresik dprd haji Kemenhaj