RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus menggalakkan pembentukan karakter generasi muda yang peduli dan berbudaya lingkungan secara masif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui komitmen bersama lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Program Adiwiyata di Satuan Pendidikan yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.
Agenda berorientasi lingkungan tersebut dirangkaikan dalam kegiatan Workshop Penguatan Implementasi Program Adiwiyata di Ruang Putri Mijil, Kompleks Pendopo Kabupaten Gresik, pada Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Beralih ke Energi Hijau, DLH Gresik Siapkan Skema PSEL dan Mesin RDF
Penandatanganan nota kesepahaman ini melibatkan empat instansi kunci penopang dunia pendidikan di Gresik, yaitu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan pilar utama untuk menyatukan langkah dan persepsi antarinstansi lintas sektor demi menciptakan ekosistem sekolah yang ramah lingkungan.
"Sinergi lintas sektor ini sangat penting karena peningkatan jumlah dan kualitas sekolah Adiwiyata tidak dapat dilakukan oleh satu instansi atau lembaga saja, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak," ujar Sri Subaidah.
Ia menerangkan, kerja sama empat instansi ini secara spesifik diarahkan untuk memperkuat lima aspek strategis penyelenggaraan Adiwiyata di lapangan.
Mulai dari koordinasi antarinstansi untuk enyelaraskan arah kebijakan program lingkungan hidup secara konsisten, sosialisasi dan pembinaan guna emperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada ekosistem sekolah secara terstruktur.
Selain itu juga pendampingan satuan pendidikan, dimana memberikan bimbingan langsung bagi sekolah dan madrasah dalam pemenuhan kriteria Adiwiyata, serta peningkatan kapasitas kompetensi para pendidik dan pengelola lingkungan di tiap lembaga pendidikan, selanjutnya monitoring dan evaluasi pengawasan berkala atas keterlaksanaan program lingkungan secara menyeluruh.
Pembagian peran dilakukan secara presisi sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing instansi. Hal ini memastikan seluruh jejaring sekolah umum maupun madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di Gresik mendapatkan pembinaan yang merata dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala bidang tata lingkungan DLH Gresik, M. Ainul Mubarak menambahkan bahwa kegiatan workshop ini menjadi momentum penting untuk memberikan dorongan kualitas bagi satuan pendidikan agar mampu melangkah menuju predikat Adiwiyata Nasional hingga Adiwiyata Mandiri.
"Program Adiwiyata tidak hanya diarahkan sekadar untuk mengejar atau memperoleh penghargaan semata, melainkan untuk membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup secara riil dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah," jelasnya.
Berdasarkan pemutakhiran data hingga tahun 2026, Kabupaten Gresik telah mencatatkan rekam jejak yang membanggakan dengan total 260 satuan pendidikan penerima penghargaan Adiwiyata. Rinciannya mencakup 150 Adiwiyata Kabupaten, 46 Adiwiyata Provinsi, 23 Adiwiyata Nasional, serta 41 Adiwiyata Mandiri.
Capaian tersebut menjadi modal berharga sekaligus tantangan tersendiri untuk terus memperluas partisipasi serta mengerek taraf kualitas sekolah-sekolah di Kota Pudak.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Gresik menegaskan pesan utama kegiatan: “Bersinergi, Berkomitmen, dan Beraksi untuk mewujudkan lebih banyak satuan pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan di Kabupaten Gresik. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik