Lahan Pertanian di Gresik Terdampak Kekeringan, Mentan Gelontorkan Bantuan Pompa dan Irigasi

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:18 WIB
TURUN : Mentan Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman saat turun dan sapa langsung para petani. (Foto : Ist/Radar Gresik)
TURUN : Mentan Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman saat turun dan sapa langsung para petani. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Ancaman kekeringan masih menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Gresik. Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik mencatat sekitar 19,2 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan, dengan area terparah berada di Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Duduksampeyan.

Kondisi kritis tersebut menyita perhatian serius pemerintah guna memastikan ketersediaan pasokan air demi menjaga produktivitas tanaman serta ketahanan pangan daerah.

Siklus kekeringan ini mendapat atensi langsung dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, turun langsung meninjau kondisi lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Sulap Kotoran Kambing Jadi Pupuk Organik, Dinas Pertanian Gresik Apresiasi Balai Ternak Baznas

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menyambut positif peninjauan lapangan oleh Mentan Amran yang dinilai memicu percepatan penguatan sistem pengairan bagi para petani lokal.

Menurut Eko, bantuan sarana pengairan sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang sebetulnya memiliki sumber air namun terkendala fasilitas distribusi hingga ke petak sawah.

“Kunjungan ini sangat positif. Sebab, jika memang ada sumber airnya, petani tentu sangat terbantu untuk memanfaatkan pasokan air tersebut demi menyiram tanaman mereka,” ujar Eko, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Peternak di Kebomas Gresik Gelar Domba Run 1K Hingga Fashion Show Unik

Guna mengatasi persoalan krisis air tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan sejumlah paket dukungan sarana dan prasarana pengairan untuk Kabupaten Gresik. Bantuan yang dikucurkan mencakup 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta 12 unit paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Suntikan bantuan prasarana ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi wilayah-wilayah pertanian yang selama ini kesulitan mengakses pasokan air saban musim kemarau tiba.

Eko berharap integrasi bantuan tersebut dapat menjaga stabilitas pemenuhan air bagi tanaman pangan, khususnya di area Benjeng dan Duduksampeyan yang mengalami dampak kekeringan paling menonjol.

Baca Juga: Senator Ning Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Universitas Wiraraja Sumenep Jaga Demokrasi dan Persatuan

“Melalui berbagai langkah taktis ini, pemerintah berharap ancaman kekeringan tidak sampai mengganggu taraf produktivitas pertanian maupun ketahanan pangan di Kabupaten Gresik dan Jawa Timur secara umum,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
kekeringan Irigasi gresik kementan dispertan