RADAR GRESIK – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mendorong penguatan sarana dan prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik.
Dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), Komisi III mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar untuk mempercepat penanganan kebakaran dan musibah di daerah.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Gresik, Abdullah Hamdi, menyampaikan bahwa penambahan anggaran tersebut tidak hanya diprioritaskan untuk pengadaan unit kendaraan operasional, melainkan juga untuk pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Alat Pelindung Diri (APD) keselamatan petugas.
Baca Juga: DPRD Gresik Apresiasi Diskon Pajak Kemerdekaan, Dinilai Efektif Dongkrak Potensi PAD
“Untuk tahun ini memang ada rencana penambahan anggaran untuk teman-teman Damkar, terutama untuk pemenuhan SDM dan armada,” ujar Abdullah Hamdi, Senin (17/8/2026).
Hamdi menjelaskan, idealnya Kabupaten Gresik membutuhkan jangkauan pos pemadam yang lebih luas mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta pesatnya kawasan industri. Melalui alokasi anggaran ini, setidaknya diupayakan pengadaan dua unit kendaraan pemadam berkapasitas besar (7.500 liter) serta dua unit kendaraan roda tiga yang difungsikan menembus gang sempit.
Langkah ini mendesak dilakukan demi memangkas waktu tanggap (response time) petugas saat terjadi kebakaran. Saat ini, waktu tempuh menuju lokasi bencana masih berada di angka rata-rata 59 menit. Sementara standar pelayanan ideal yang ditargetkan adalah maksimal 15 menit dari laporan diterima.
“Tujuannya untuk memenuhi time schedule. Hari ini response time kita masih 59 menit ketika terjadi kebakaran sampai ke lokasi. Idealnya 15 menit. Jadi kita akan pangkas itu dengan mendirikan beberapa posko baru,” tegasnya.
Salah satu wilayah prioritas pembangunan pos baru adalah Kecamatan Benjeng. Pos ini nantinya tidak hanya melayani area Benjeng, melainkan menopang wilayah sekitarnya seperti Balongpanggang, Duduksampeyan, hingga Cerme. Ke depan, wilayah Kepulauan Bawean juga diproyeksikan memiliki pos pemadam sendiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarla Kabupaten Gresik, Sulyono, menyambut positif rencana alokasi anggaran Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar tersebut. Ia menegaskan, pengadaan kendaraan roda tiga sangat penting untuk menjangkau pemukiman padat di kawasan perkotaan.
“Dua unit roda tiga nantinya akan kita maksimalkan untuk menjangkau kawasan perkotaan maupun perkampungan yang jalannya tidak bisa dilalui kendaraan besar,” kata Sulyono.
Selain armada, Sulyono menyebutkan pada 2027 mendatang juga direncanakan pembangunan satu pos baru serta pengadaan APD lengkap. Mengingat tingginya risiko pekerjaan, perlengkapan keselamatan untuk rescue (penyelamatan) dan firefighting (pemadaman) wajib dibedakan.
“APD menjadi kebutuhan krusial. Peralatan rescue menggunakan pack/katelpak, sedangkan APD khusus pemadam bahannya tebal dan dirancang tahan terhadap sengatan api,” terangnya.
Baca Juga: Minim Penerangan Jalan Dipertanyakan, Komisi III DPRD Gresik Minta Tambah Alokasi PJU
Melalui penambahan pos, armada, SDM, dan kelengkapan APD ini, Damkarla Gresik optimistis penanganan kebakaran dan penyelamatan masyarakat di seluruh penjuru daerah dapat berjalan jauh lebih cepat, tepat, dan aman. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik