RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Gerakan Jumat Asri secara serentak di 18 kecamatan, termasuk kawasan kepulauan di Pulau Bawean, pada Jumat (7/8/2026). Aksi kolaboratif ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gerakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gresik. Untuk tingkat kabupaten, aksi dipusatkan secara simbolis di area Pasar Kerempeng dan Pasar Baru Gresik.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, turut menegaskan bahwa dampak perubahan iklim kini sudah sangat nyata dirasakan oleh masyarakat sehari-hari, salah satunya melalui peningkatan suhu udara yang kian terik.
Baca Juga: Dipicu Bau Menyengat Bikin Warga Sesak Napas, DLH Gresik Segel Gudang Solar Refinery di Desa Suci
“Kita bisa merasakan langsung bahwa lingkungan saat ini mengalami perubahan iklim dengan cuaca yang semakin panas. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita wujudkan Gresik yang asri, aman, sehat, resik, dan indah,” pungkas Bupati Yani.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, memaparkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih rutin, melainkan sarana edukasi langsung kepada pedagang dan masyarakat terkait krusialnya pemilahan sampah serta penataan lingkungan pasar.
“Ini adalah bagian dari rangkaian semarak HUT RI ke-81. Gerakan Jumat Asri diinisiasi oleh Presiden Prabowo dan menyasar seluruh area pasar tradisional di 18 kecamatan, termasuk wilayah Pulau Bawean,” ujar Sri Subaidah, Jumat (7/8/2026).
Sri menjelaskan, selain kerja bakti membersihkan lingkungan pasar, peserta juga melakukan aksi penanaman pohon penghijauan. Masyarakat diajarkan cara memilah sampah langsung dari sumbernya menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.
Sampah organik yang terkumpul diarahkan untuk proses pembuatan kompos di TPS 3R. Sementara sampah anorganik yang bernilai ekonomis dipilah kembali melalui Bank Sampah Induk milik Pemkab Gresik. Adapun sampah residu dibawa menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk diolah menggunakan teknologi Landfill Mining menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
“Botol dan plastik dipisahkan agar punya nilai jual. Sampah organik jadi kompos, sedangkan residu baru masuk TPA untuk diolah jadi RDF. Harapan kami Gerakan Jumat Asri ini menjadi pembiasaan hidup bersih dan bukan sekadar seremonial,” imbuhnya.
Sri menambahkan, aksi sederhana seperti memilah sampah dan memperbanyak tanaman hijau merupakan bentuk adaptasi nyata dalam menghadapi isu perubahan iklim, polusi, serta degradasi lingkungan yang kian kompleks. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik