RADAR GRESIK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik merespons cepat keluhan kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi setiap pasaran Jumat Wage di kawasan Pasar Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Langkah penertiban dan penataan parkir ini digelar melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kecamatan Dukun, Pemerintah Desa Kalirejo, serta Polsek Dukun.
Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Kota Dishub Kabupaten Gresik, Muhammad Mansyur Arif, mengagendakan penataan ini lantaran volume kendaraan pada hari pasaran mengalami lonjakan drastis dibanding hari biasa.
Baca Juga: Cegah Kebocoran Pendapatan Daerah, Dishub Gresik Imbau Warga Selalu Minta Karcis ke Jukir
Parkir liar di kedua bahu jalan kerap memicu kemacetan parah di jalur utama yang menghubungkan wilayah Gresik menuju perbatasan Kabupaten Lamongan.
“Pada Jumat Wage, kepadatan kendaraan sangat tinggi. Bahkan satu jalur jalan sampai digunakan untuk parkir sehingga arus dari arah berlawanan harus dialihkan. Karena itu, kami mengupayakan parkir cukup di satu sisi agar arus lalu lintas tetap lancar,” ujar Arif, Minggu (2/8/2026).
Arif menambahkan, jika kondisi di lapangan sangat padat, skema parkir dua sisi tetap diperbolehkan secara kondisional dengan syarat wajib menyisakan ruang jalan yang cukup lebar untuk lalu lalang kendaraan.
Baca Juga: Pastikan Transparansi Retribusi, Dishub Gresik Bekali Ratusan Jukir Resmi Rompi dan Surat Tugas
Langkah ini hanya berlaku saat puncak pasaran Jumat Wage, sebab pada hari biasa volume kendaraan mengalami penurunan 30 hingga 40 persen sehingga lalu lintas jauh lebih terkendali.
Untuk memastikannya, Dishub Gresik menerjunkan sekitar enam hingga tujuh personel yang disiagakan di sepanjang ruas jalan Pasar Wage hingga pukul 09.00 WIB.
Selain mengarahkan juru parkir dan mengedukasi masyarakat, petugas juga menertibkan para pedagang unggas seperti penjual ayam dan bebek yang menggelar lapak hingga memakan badan jalan agar segera berpindah ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Gresik United Matangkan Tim Terbaik Untuk Liga Nusantara 2026
“Kami ingin penataan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mencari kantong parkir yang lebih representatif. Jika ada lahan kosong di sekitar pasar, itu bisa dimanfaatkan agar kendaraan roda empat tidak lagi berhenti di badan jalan,” tegas Arif.
Sementara itu, Camat Dukun, Gunawan Purna Atmaja, membenarkan bahwa kemacetan di kawasan Pasar Dukun rutin terjadi akibat pola perilaku pengunjung yang enggan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Sebenarnya pasar telah memiliki area parkir tersendiri, namun mayoritas pengunjung memilih memarkir kendaraan sedekat mungkin dengan lokasi berbelanja hingga meluber ke jalan raya.
Baca Juga: Timbun 17 Ribu Liter Solar, Dua Mafia BBM Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Selain persoalan penataan jalan dan pedagang, Gunawan menyoroti kendala sistem drainase yang belum berfungsi optimal sehingga memicu genangan air saat musim hujan.
Pihaknya bersama Dishub, Forkopimcam, dan pengelola pasar berkomitmen membawa persoalan drainase dan perparkiran ini ke rapat koordinasi mendatang guna mewujudkan lingkungan pasar yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik