RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (27/7/2026).
Peringatan tahun ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk mempertegas komitmen pemenuhan hak dan perlindungan anak di seluruh wilayah Gresik.
Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan pidato tertulis dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi.
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Gelar Turnamen Tenis Point to Point Season 2
Peringatan HAN ke-42 tahun 2026 mengusung tema utama "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Momen ini menegaskan kembali prinsip dasar bahwa anak bukanlah sekadar objek, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak suara dan ruang partisipasi aktif sesuai dengan tingkat kematangannya.
Dalam pidatonya, Wabup Alif menekankan bahwa fokus pembangunan suatu daerah maupun negara tidak boleh hanya tertuju pada fisik semata, melainkan pada kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Investasi bangsa ini bukan semata-mata pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia. Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan," tegas Wabup Alif saat membacakan pidato tertulis.
Baca Juga: Tundukkan Cerme 5-1, Tim Futsal Kebomas Sabet Gelar Juara Bupati Gresik Cup 2026
Guna memperkuat benteng perlindungan anak dari berbagai ancaman, pemerintah telah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA).
Gerakan ini mengintegrasikan langkah pencegahan kekerasan, penguatan ketahanan keluarga, keamanan di ruang digital, hingga penyediaan respons cepat terhadap kasus yang menimpa anak.
Semangat perlindungan tersebut diperluas melalui kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak) untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Selain itu, pemerintah menetapkan slogan resmi "Sayang Anak Sayang Indonesia" dengan tagar pendukung #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia guna menggemakan kesadaran publik di ruang digital.
Peringatan HAN 2026 ini turut mengedepankan 8 nilai utama karakter anak Indonesia, yaitu berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, solidaritas, aman, dan bertanggung jawab. Rangkaian kegiatannya pun berpedoman pada 5 prinsip pelaksanaan, meliputi ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak nyata bagi tumbuh kembang anak.
Di akhir amanatnya, pesan personal disampaikan kepada seluruh anak-anak di Indonesia agar memiliki keberanian untuk bersuara dan menolak segala bentuk tindak kekerasan di lingkungan sekitar mereka.
"Kalian berhak untuk aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Berbeda itu biasa, dan berteman itu luar biasa. Jika kalian merasa tidak nyaman atau mengalami kekerasan, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian," pungkas dr. Asluchul Alif menutup sambutannya. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik