RADAR GRESIK – Para nelayan di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menyampaikan keluhan mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik terkait pendangkalan alur sungai dan minimnya sarana Penerangan Jalan Umum (PJU). Masalah pendangkalan ini dinilai sangat mengganggu mobilitas perahu nelayan saat hendak melaut.
Salah seorang warga Ujungpangkah, Umar, menuturkan bahwa alur sungai yang selama ini menjadi akses utama menuju laut lepas sering kali membuat perahu nelayan kandas akibat pendangkalan, terlebih saat kondisi air sedang surut.
Selain itu, kawasan tempat sandar perahu dan dermaga juga dinilai memprihatinkan karena gelap saat malam hari.
Merespons aduan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi, menegaskan bahwa Pemkab Gresik perlu segera turun tangan memfasilitasi normalisasi alur sungai yang kerap dilalui nelayan, seperti Sungai Rebahan, Sungai Kopyokan, serta beberapa muara sungai lainnya.
"Pendangkalan sungai sudah mengganggu jalur perahu nelayan. Karena itu, mereka berharap pemerintah segera melakukan normalisasi agar akses menuju laut kembali lancar," ujar legislator yang akrab disapa Gus Kurdi tersebut, Kamis (23/7/2026).
Selain pengerukan sungai, Gus Kurdi menjelaskan bahwa para nelayan membutuhkan dukungan infrastruktur penerangan di area dermaga. Minimnya PJU membuat aktivitas para nelayan yang beroperasi pada malam hingga dini hari rentan terhadap risiko keselamatan.
Baca Juga: Soroti Rendahnya Serapan Anggaran DPUTR, Komisi III DPRD Gresik Agendakan Sidak Lapangan
Berdasarkan pemetaan di lapangan, kebutuhan PJU di kawasan tempat sandar perahu tersebut diperkirakan mencapai 9 hingga 12 titik.
"Dengan penerangan yang memadai, aktivitas nelayan akan lebih aman dan nyaman serta dapat meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.
Gus Kurdi menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengawal dan meneruskan aspirasi warga ini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Perikanan Kabupaten Gresik.
Mengingat kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada pendapatan ekonomi masyarakat pesisir, ia berharap langkah penanganan fisik dapat diakomodasi melalui APBD tahun berjalan.
"Kami berharap kepada dinas terkait untuk bisa segera menindaklanjuti usulan dari warga Ujungpangkah, Gresik," pungkasnya. (jar/han).
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik