Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Wujudkan Birokrasi Bersih, Inspektorat Gresik Kebut Pembangunan Zona Integritas

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 6 Juni 2026 | 16:14 WIB
Inspektorat Gresik tengah melakukan akselerasi pembangunan Zona Integritas (ZI) demi membidik predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (Fajar/Radar Gresik)
Inspektorat Gresik tengah melakukan akselerasi pembangunan Zona Integritas (ZI) demi membidik predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Inspektorat Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmen nyata dalam mewujudkan birokrasi yang bersih serta pelayanan publik yang berkualitas.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui akselerasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Inspektorat Kabupaten Gresik menggelar workshop pembangunan ZI menuju WBK tahun 2026.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp18.095, Aktivitas Money Changer di Gresik Terpantau Landai

Agenda ini diikuti secara aktif oleh pimpinan dan jajaran pelaksana pelayanan dari dua Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yakni Puskesmas Gending dan Puskesmas Driyorejo, yang menjadi kandidat utama pengusulan ZI tahun ini. 

Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik, Ahmad Hadi, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan pilar krusial dalam peta jalan reformasi birokrasi.

Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya keras memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan kehadiran pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari segala bentuk praktik korupsi.

Baca Juga: Belum Lengkapi IPAL, 8 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Di-suspend

“Pembangunan Zona Integritas merupakan bagian terpenting dalam mewujudkan Reformasi Birokrasi yang berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik menuju Wilayah Bebas dari Korupsi,” kata Ahmad Hadi.

Ahmad Hadi menambahkan bahwa unit pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat selalu menjadi prioritas utama.

Puskesmas Gending dan Puskesmas Driyorejo dipilih sebagai nominasi tahun ini karena dinilai memiliki kesiapan matang, baik dari sisi tata kelola internal organisasi maupun budaya pelayanan yang sudah berjalan baik di lapangan.

Baca Juga: Tangis Pilu Sang Kakak di Polsek Dukun, Motor Adiknya yang Baru Lunas Dicicil Raib Digondol Maling

Workshop ini juga difungsikan sebagai ruang untuk menyamakan persepsi seluruh tim kerja. Langkah tersebut krusial guna memastikan kelengkapan berbagai dokumen administratif (evidence) yang menjadi syarat mutlak pengajuan kepada Tim Penilai Nasional Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kami berharap seluruh evidence yang dibutuhkan dapat dipenuhi secara maksimal sehingga kedua puskesmas mampu lolos pada tahapan penilaian berikutnya, yakni wawancara manajemen dan verifikasi validasi faktual,” jelasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, narasumber pendamping dari Konsultan Kokek memberikan pemaparan komprehensif mengenai enam area perubahan yang menjadi indikator utama penilaian pembangunan ZI.

Baca Juga: Klarifikasi Polemik Pedagang Semambung, Ketua DPRD Gresik Menghadap Badan Kehormatan

Keenam fokus tersebut mencakup manajemen perubahan, penataan tata laksana organisasi, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Melalui pembekalan intensif ini, Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan Puskesmas Gending dan Puskesmas Driyorejo mampu menjadi percontohan ideal bagi unit pelayanan publik lainnya yang profesional, kokoh dalam integritas, berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat, sekaligus sukses mengamankan predikat WBK pada tahun 2026. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#integritas #gresik #Puskesmas #Pelayanan #inspektorat