RADAR GRESIK — Anggota DPR RI Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti, memberikan suntikan motivasi dan pembekalan ideologis yang mendalam kepada ratusan pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik.
Dalam agenda pendidikan politik yang digelar di Hotel Khas Gresik tersebut, Nila secara tegas mengingatkan bahwa esensi tertinggi dari aktivitas berpolitik adalah sarana pengabdian mutlak untuk melayani rakyat.
Kegiatan strategis ini dirancang sebagai rangkaian pembekalan wajib bagi para kader banteng di tingkat kecamatan sebelum mereka secara resmi dilantik untuk menakhodai roda organisasi partai ke depan.
Nila Yani menegaskan bahwa PDI Perjuangan sejak awal didesain sebagai partai wong cilik yang bergerak searah dengan napas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kekuasaan dan struktur politik yang dimiliki kader di lapangan harus dikonversi menjadi instrumen yang membawa kemaslahatan dan manfaat konkret.
"Tujuan utama PDI Perjuangan adalah menghadirkan kehidupan yang jauh lebih baik bagi masyarakat melalui kerja-kerja nyata di lapangan. Melalui wadah partai ini, kita bergerak bersama membantu kehidupan masyarakat agar lebih bermanfaat," ujar legislator muda tersebut, Sabtu (23/5/2026).
Di hadapan para kader, Nila membedah pentingnya penerapan konsep servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Ia menolak keras model kepemimpinan usang yang transaksional atau sekadar mengandalkan kekuatan jabatan formal.
Baca Juga: DPR RI Nila Yani Hardiyanti, Kartini Muda Pembela Ekonomi Kerakyatan di Parlemen
“Menjadi seorang pemimpin itu esensinya adalah melayani. Bagaimana kita bisa hadir di tengah masyarakat dan memosisikan diri sebagai pelayan mereka. Kehadiran kita di lapangan harus mampu menunjukkan kesadaran, kepekaan sosial, dan empati yang tinggi terhadap kondisi riil di bawah,” urainya secara lugas.
Lebih lanjut, politisi perempuan ini menjabarkan bahwa tugas pokok dari pengurus PAC adalah membuang sekat pembatas dengan warga sekitar. Caranya, dengan konsisten turun langsung menyapa basis akar rumput untuk menginventarisasi persoalan ekosistem sosial sekaligus menyalurkan formula solusi yang tepat.
Ia juga memberi peringatan keras agar para kader menjauhi pola kerja yang hanya berorientasi pada panggung pencitraan musiman semata. Fokus utama instruksi partai adalah menciptakan dampak perubahan positif yang dirasakan langsung oleh konstituen.
“Bentuk dari melayani itu fondasi awalnya adalah harus mau mendengar. Kita wajib memiliki inisiatif untuk datang lebih dulu di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan bantuan. Kehadiran yang konsisten dan kontinu secara otomatis akan membuat PDI Perjuangan dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keluarga masyarakat itu sendiri,” imbuh Nila.
Sebelum memungkasi pemaparannya, Nila Yani menguraikan anatomi kepemimpinan kolektif-kolegial di dalam internal partai. Menurutnya, keberhasilan partai memenangkan hati rakyat sangat bergantung pada harmonisasi dan kekompakan fungsionaris dalam menjalankan peran spesifik masing-masing secara presisi.
"Kepemimpinan bukan sekadar perkara melekatnya nama di dalam Surat Keputusan (SK) jabatan, melainkan kemampuan kolektif untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan menciptakan perubahan sosial yang masif," tegasnya.
Baca Juga: Nila Yani Hardiyanti Dorong Industri Pangan Lokal Mandiri Bahan Baku dan Minim Impor
Nila merinci formula pembagian kerja organisasi yang harus dipedomani oleh seluruh jajaran PAC se-Kabupaten Gresik. Mulai dari Ketua yang bertugas mutlak memimpin arah pergerakan dan visi strategis partai, sekretaris yang bertugas memimpin sistem administrasi dan tata kelola internal organisasi, serta bendahara yang bertugas memimpin, menjaga, dan merawat integritas kepercayaan keuangan.
Selain itu juga bidang-bidang memiliki tugas memimpin pelaksanaan teknis program kerja taktis di lapangan, dan anggota yang bertugas memimpin dan merawat internalisasi budaya tertib partai di masyarakat.
"Semua lini dalam struktur organisasi ini harus kompak, satu komando, dan serentak turun ke bawah membersamai masyarakat," pungkas Nila Yani optimistis. (han)
Editor : Hany Akasah