Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Jamin Kehalalan dan Kualitas Daging, Dispertan Gresik Gembleng Panitia Kurban soal Syariat Islam

Fajar Yuliyanto • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:36 WIB
BIMTEK: Jajaran Dispertan Gresik saat memberikan edukasi teknis mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan kaidah syariat dan kesehatan masyarakat veteriner. (Fajar/Radar Gresik)
BIMTEK: Jajaran Dispertan Gresik saat memberikan edukasi teknis mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan kaidah syariat dan kesehatan masyarakat veteriner. (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik mengambil langkah preventif dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pemotongan hewan kurban. 

Kegiatan ini difokuskan pada penyembelihan sesuai syariat Islam, Kesejahteraan Hewan (Kesrawan), serta higiene sanitasi pangan guna menjamin daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menekankan bahwa pembekalan ini krusial karena mayoritas aktivitas kurban di Gresik dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Baca Juga: Pesta Daging Kurban Berujung Petaka di Gresik, Motor CBR Raib, IRT dan Pria Diciduk Polisi Panceng

“Sekitar 95 persen pemotongan hewan kurban di Gresik dilaksanakan di luar Rumah Potong Hewan (RPH). Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan proses ibadah tersebut berjalan lancar, profesional, dan benar-benar sesuai syariat agama Islam,” ujar Eko, Kamis (7/5).

Selain aspek religi, Dispertan juga memperketat pengawasan kesehatan hewan terkait ancaman PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD). Eko mengingatkan panitia agar selektif dan menghindari hewan kategori P3K, yakni pincang, picek (Buta), penyakitan, dan kurus. 

Hewan kurban juga wajib memenuhi syarat usia, yakni sapi minimal dua tahun dan kambing minimal satu tahun, serta memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Baca Juga: Satpol PP Gresik Bantu Bea Cukai Bongkar Rokok Ilegal di Cerme, Kerugian Negara Rp5,2 Miliar

Dalam bimtek tersebut, para peserta diajarkan teknik penyembelihan yang tidak menyiksa hewan, mulai dari penggunaan pisau yang ekstra tajam hingga teknik memastikan saluran pernapasan, makanan, dan pembuluh darah terputus dengan sempurna.

"Kebersihan lokasi dan penanganan daging pasca-sembelih juga menjadi atensi kami. Tim Paskeswanku sudah diterjunkan ke tiap kecamatan untuk memantau kondisi hewan sebelum dan sesudah disembelih," tambahnya.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Gresik, drh. Viki Mustofa, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim reaksi cepat yang akan berpatroli ke masjid-masjid selama empat hari masa puncak penyembelihan.

Baca Juga: Bentuk Karakter Disiplin, Dishub Gresik Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

“Tim kami tetap siaga untuk memastikan penanganan daging dilakukan secara bersih dan higienis. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli hewan yang sudah memiliki SKKH, karena itu bukti resmi hewan tersebut sudah diperiksa oleh dinas,” tegas drh. Viki. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#iduladha #Bimtek #gresik #dispertan #Kurban