Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dorong Transformasi Digital, ASN Gresik Dilatih Cyber Security hingga Analisa Data Berbasis AI

Cak Fir • Senin, 4 Mei 2026 | 13:14 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman membuka pelatihan digital bagi ASN.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman membuka pelatihan digital bagi ASN.

 

RADAR GRESIK- Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam merespons dinamika pemerintahan digital melalui penyelenggaraan Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) Tahun 2026.

Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan SDM, sebagai bagian dari upaya sistematis peningkatan kompetensi digital aparatur sekaligus penguatan ekosistem talenta digital daerah.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, di Ruang Argo Lengis Lantai 4 Kantor Bupati Gresik pada Senin (4/5), diikuti oleh 1.338 ASN dari seluruh perangkat daerah.

Pelatihan berlangsung pada 4–8 Mei 2026 dengan pendekatan blended learning, yang mengombinasikan metode daring dan luring.

Materi daring mencakup SKK SPBE, Digital Mindset, Data-Driven Decision Making, serta General Artificial Intelligence (AI), sedangkan sesi luring difokuskan pada penguatan kompetensi Business Process Engineer (BPE).

Dalam sambutannya, Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan penguatan kompetensi digital ASN merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung akselerasi transformasi birokrasi.

“Pada tahun 2025, melalui konsep pembelajaran hybrid, kita berhasil menjangkau sekitar 6.667 peserta pembelajaran, dan itu menjadi capaian tertinggi selama ini. Tahun ini kita berharap dapat mempertahankan bahkan melampaui capaian tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga mencakup perubahan paradigma kerja birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data.

Hal ini sejalan dengan capaian implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Gresik yang pada penilaian mandiri tahun 2025 mencapai skor 4,6 dari skala 5.

“Tahun 2026 ini kita bergerak menuju penguatan Pemerintahan Digital Modern sebagai penyempurnaan dari SPBE. Fokusnya adalah memastikan setiap proses digitalisasi menghasilkan output yang berdampak dan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah,” tegasnya.

Wasil menambahkan, Integrasi data antar perangkat daerah yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir dinilai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ketepatan sasaran program strategis daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penanganan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi.

“Digitalisasi bukan sekadar mengganti alat kerja, melainkan mengubah mindset dan budaya kerja birokrasi. Seluruh ASN harus adaptif, termasuk dalam pemanfaatan aplikasi pemerintahan digital seperti SRIKANDI, analisis data, hingga pemanfaatan AI secara positif dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo menuturkan pelatihan internal ASN, GTA 2026 diposisikan sebagai katalisator penguatan link and match antara pengembangan kompetensi digital dan kebutuhan industri.

"Program ini menghadirkan materi strategis yang relevan dengan tuntutan masa depan, meliputi Artificial Intelligence, Cyber Security, Cloud Computing, dan Data Analytics yang seluruhnya dilengkapi dengan sertifikasi nasional maupun internasional," imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelatihan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bagus Winarko, menilai peluang tersebut memiliki nilai strategis yang tinggi dan perlu dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh pelajar dan pencari kerja di Kabupaten Gresik yang tengah mempersiapkan diri memasuki ekosistem ekonomi digital.

“Hari ini kita berada dalam ekosistem Government Transformation Academy yang memang secara khusus diperuntukkan bagi ASN. Namun secara umum, Kementerian Komdigi menyediakan banyak tema pelatihan digital yang terbuka untuk semua kalangan,” jelasnya.

Kualitas dan relevansi kurikulum diperkuat melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google, dan Huawei. Sinergi ini memastikan materi pelatihan bersifat aplikatif dan selaras dengan perkembangan teknologi terkini di tingkat global.

“Kami juga memiliki platform alumni bernama Deploy, yang menjadi basis data talenta digital tersertifikasi dan dapat diakses dunia industri. Ini menjadi jembatan antara pelatihan dan kebutuhan pasar kerja digital,” ungkapnya. (fir)

Editor : Cak Fir
#pemkab gresik #ai #gresik #digital #asn