Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Hadapi Tantangan Perubahan Iklim, Gus Yani Instruksikan PMI Gresik Siaga Air Bersih dan Masifkan Kaderisasi Gen Z

Hany Akasah • Jumat, 17 April 2026 | 14:24 WIB
Waspada : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Musyawarah Kerja PMI Gresik 2026 di Ruang Putri Cempo. (Ist/Radar Gresik)
Waspada : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka Musyawarah Kerja PMI Gresik 2026 di Ruang Putri Cempo. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Jumat (17/04).

Agenda tahunan ini difokuskan pada evaluasi kinerja tahun 2025 serta pemantapan strategi pelayanan kemanusiaan di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata.

Didampingi Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, Gus Yani (sapaan akrab Bupati) memberikan arahan khusus kepada seluruh kader PMI dari tingkat kabupaten hingga kecamatan yang hadir dalam forum tersebut.

Baca Juga: Terima Peserta Sesdilu Kemenlu, Gus Yani Bedah Strategi Diplomasi Ekonomi dan Keunggulan KEK Gresik

Salah satu poin krusial yang ditekankan Bupati Yani adalah peran vital PMI dalam mitigasi bencana dampak perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa ancaman kemarau panjang harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan logistik dan armada.

“PMI harus mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini. Jika prediksi cuaca menunjukkan akan terjadi kemarau panjang, maka kesiapsiagaan harus ditingkatkan sekarang juga, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak,” tegas Bupati Yani.

Ia meminta penguatan koordinasi hingga level desa agar bantuan air bersih dapat didistribusikan dengan cepat dan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Baca Juga: Resmi! Pembatasan Gadget bagi Siswa SMA/SMK di Gresik Berlaku Mulai Pekan Ini

Selain mitigasi bencana, regenerasi relawan menjadi perhatian serius Bupati. Ia mendorong PMI untuk lebih kreatif dalam merangkul generasi muda, khususnya Gen Z, agar tertarik bergabung dalam gerakan kemanusiaan.

Menurutnya, pengenalan peran PMI sejak dini di bangku sekolah adalah kunci agar semangat kerelawanan tidak luntur. "Ini adalah bagian dari edukasi. Kita ingin anak muda Gresik tidak hanya melek teknologi, tapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan," tambahnya.

Prestasi membanggakan turut mewarnai perjalanan PMI Gresik sepanjang tahun 2025. Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Gresik sukses memborong delapan piala pada ajang JUMBARA PMR X tingkat Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Sambut Iduladha 1447 H, 10 Ribu Hewan Ternak di Gresik Rampung Divaksin PMK

Berkat capaian tersebut, Ketua PMI Kabupaten Gresik, Achmad Nadlir, menyampaikan kabar baik mengenai potensi Gresik di kancah nasional.

“Kami mendapat sinyal dari PMI Pusat bahwa Gresik dinilai sangat layak menjadi tuan rumah penyelenggaraan JUMBARA Nasional tahun ini. Ini merupakan kehormatan sekaligus tantangan bagi kami,” ungkap Nadlir.

Jika terealisasi, momentum JUMBARA Nasional ini juga akan dimanfaatkan untuk mendongkrak partisipasi masyarakat dalam donor darah, dengan target pencapaian minimal 7.000 kantong darah selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Tak Bisa Pertanggung Jawabkan Uang Rp 21,4 M, Nany Widjaja Digugat Perusahaan Industrial Estate

Musyawarah kerja ini diharapkan menghasilkan program-program yang tidak hanya responsif terhadap bencana, tetapi juga mampu menguatkan jejaring relawan yang solid demi pelayanan masyarakat Gresik yang lebih prima. (han) 

Editor : Hany Akasah
#pmi #gresik #kemarau #gus yani #iklim