Sidayu – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui terus memperkuat upaya perlindungan petani dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja di sektor pertanian. Bersinergi dengan PLN UP3 Gresik, pemerintah hadir langsung memberikan edukasi terkait bahaya penggunaan jebakan listrik di area persawahan.
Langkah ini menjadi bagian dari peran aktif pemerintah dalam mencegah kecelakaan kerja di lingkungan pertanian yang masih kerap terjadi akibat penggunaan aliran listrik sebagai perangkap hama tikus.
Sepanjang April 2026, sosialisasi telah dilaksanakan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan dan Desa Bulangan, Kecamatan Dukun, dengan melibatkan petani, perangkat desa, serta penyuluh pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menegaskan keselamatan petani menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan program pendampingan sektor pertanian.
“Pengendalian hama tikus memang menjadi tantangan bagi petani. Namun penggunaan listrik sebagai jebakan bukan solusi yang tepat karena membahayakan keselamatan masyarakat. Kami mendukung penuh program edukasi ini dan akan terus mendorong penggunaan metode pengendalian hama yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” kata Eko.
Pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator edukasi di lapangan. Melalui penyuluh pertanian dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah memastikan informasi terkait risiko kelistrikan dapat dipahami langsung oleh petani hingga ke tingkat desa.
Dalam kegiatan ini, pemerintah juga mendorong perubahan perilaku petani agar lebih mengutamakan keselamatan dibanding cara instan yang berisiko tinggi. Pendekatan ini dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan agar tercipta kesadaran kolektif di lingkungan pertanian.
Ditempat yang sama, Manajer PLN ULP Sidayu, Lisa Nur Fatma, menyambut antusias kolaborasi dalam upaya pencegahan pemasangan jebakan tikus yang dilakukan oleh petani.
“Pemasangan jebakan listrik di area persawahan bukan hanya membahayakan hama, tetapi juga sangat berisiko bagi manusia. Banyak kasus kecelakaan listrik terjadi karena pemasangan jebakan di area persawahan," ujar Lisa.
Dia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat bisa memilih metode pengendalian hama yang lebih aman dan memperhatikan keselamatan ketenagalistrikan.
Sementara itu, salah satu petani Desa Bulangan, Karno, mengapresiasi keterlibatan pemerintah yang memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat.
“Selama ini kami hanya fokus melindungi tanaman dari hama tanpa menyadari risiko besar dari jebakan listrik. Setelah mengikuti sosialisasi, kami jadi paham bahwa cara tersebut sangat berbahaya,” ungkapnya.
Editor : Cak Fir