Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Hadapi Dinamika Timur Tengah, Ning Lia Dukung Skenario Darurat Kemenhaj untuk Haji 2026

Hany Akasah • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:35 WIB
HAJI 2026 TETAP JALAN : Senator Jatim Lia Istifhama apresiasi transparansi Menhaj Gus Irfan dalam menyiapkan mitigasi jemaah di tengah situasi geopolitik. (IST/ RADAR GRESIK)
HAJI 2026 TETAP JALAN : Senator Jatim Lia Istifhama apresiasi transparansi Menhaj Gus Irfan dalam menyiapkan mitigasi jemaah di tengah situasi geopolitik. (IST/ RADAR GRESIK)

 RADAR GRESIK - Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang terus menjadi perhatian global, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal.

Kepastian ini mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan haji 2026 telah mencapai hampir 100 persen dan masih berjalan sesuai rencana (on schedule).

Menurut Ning Lia, kebijakan Kemenhaj yang transparan menjadi faktor penting dalam menjaga ketenangan calon jemaah. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap situasi global yang berkembang.

“Dengan kebijakan Kemenhaj yang selalu transparan dan komunikatif, calon jemaah bisa lebih tenang dan tidak perlu berpikir macam-macam. Negara hadir memastikan semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu menilai kesiapan pemerintah ini mencerminkan tata kelola kebijakan publik yang adaptif dan responsif terhadap situasi global. Menurutnya, langkah antisipatif yang disiapkan Kemenhaj menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam melindungi warga negara.

“Saya mengapresiasi Gus Irfan yang tidak hanya memastikan keberangkatan, tetapi juga menyiapkan skenario terburuk. Artinya, keselamatan jemaah benar-benar menjadi prioritas,” tegasnya.

Baca Juga: Dampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Ziarah Makam Jelang Ramadan, Begini Kata DPD RI Lia Istifhama

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelenggaraan kepada pemerintah. “Dengan persiapan yang hampir rampung serta dukungan koordinasi internasional yang terus berjalan, saya berharap penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia,” harap putri KH Maskur Hasyim tersebut.

Sebelumnya, Menhaj Gus Irfan menegaskan keselamatan ratusan ribu jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama, sesuai arahan Presiden. Pemerintah juga terus menjalin koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi yang hingga kini menyatakan kondisi masih aman dan kondusif.

“Persiapan kita sudah hampir 100 persen dan sampai hari ini tidak ada kendala,” kata Gus Irfan saat kunjungan kerja di Sampang.

Baca Juga: Jawa Timur Didorong Jadi Role Model Nasional Bersih Narkoba, Senator Lia Istifhama Apresiasi Sinergi Pusat dan Daerah

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan teknis, tetapi juga telah menyiapkan langkah mitigasi dan skenario darurat (contingency plan) untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah skenario telah disusun pemerintah, mulai dari penyesuaian jumlah keberangkatan hingga perubahan rute penerbangan apabila terjadi kondisi darurat.

“Seandainya terjadi konflik, berbagai kemungkinan sudah disiapkan. Apakah itu berangkat separuh, melewati rute penerbangan berbeda, atau mitigasi jika situasi memburuk saat jemaah sudah di sana. Semua sudah siap,” jelasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#Haji 2026 #geopolitik #Lia Istifhama #gus irfan #Kemenhaj