Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Simbol Keberagaman, Pemkab Gresik Dukung Akulturasi Budaya Imlek-Ramadan di Sekolah

Hany Akasah • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:50 WIB

Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif hadir langsung di tengah keceriaan siswa-siswi Yayasan Setia Budhi.
Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif hadir langsung di tengah keceriaan siswa-siswi Yayasan Setia Budhi.

RADAR GRESIK – Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh berdekatan dengan bulan suci Ramadan tahun 2026 menjadi simbol nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Kabupaten Gresik.

Momentum langka ini dimanfaatkan dunia pendidikan untuk menanamkan sikap toleransi dan saling menghargai sejak dini kepada generasi muda.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Harmoni Budaya dalam Keberagaman Imlek dan Ramadan" yang diselenggarakan oleh Yayasan Setia Budhi di Gresik, Sabtu (7/3). Acara ini melibatkan seluruh siswa dari jenjang TK dan SD Setia Budhi dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, yang hadir dalam acara tersebut menilai kegiatan ini memiliki makna penting bagi masyarakat Kota Pudak yang dikenal majemuk. Menurutnya, akulturasi budaya di Gresik merupakan kekayaan intelektual dan sosial yang perlu dijaga serta diwariskan.

“Tahun ini perayaan Imlek bertepatan dengan bulan Ramadan. Namun di sini, umat muslim dan non-muslim dapat menyatu dalam kebersamaan. Ini adalah bentuk keharmonisan antarumat beragama untuk saling berbagi serta menghormati satu sama lain,” terang dr. Alif.

Di hadapan para siswa, pria yang akrab disapa Dokter Alif ini berpesan agar perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang dalam membangun persahabatan. Ia menekankan bahwa karakter yang inklusif adalah modal utama bagi masa depan Gresik.

Kepala Sekolah SD Setia Budhi, Isi Dwiati, menambahkan bahwa perayaan tahun ini merupakan refleksi atas kekayaan budaya yang dimiliki sekolah. Pihaknya berkomitmen menjadikan sekolah sebagai ruang praktik toleransi, bukan sekadar teori di dalam kelas.

“Perayaan Imlek tahun ini menjadi refleksi atas keberagaman budaya yang sangat kaya, sekaligus komitmen kami untuk menanamkan nilai toleransi dan saling menghargai kepada para siswa,” ujar Isi Dwiati.

Uniknya, dalam penanggalan Tionghoa, tahun 2026 dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Isi menjelaskan bahwa elemen tersebut melambangkan semangat, transformasi, serta ketangguhan untuk terus bergerak maju dalam harmoni—selaras dengan semangat para siswa.

Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari siswa, mulai dari lomba fashion show hingga pentas budaya. Di halaman sekolah, suasana makin semarak dengan adanya bazar makanan yang menyajikan beragam kuliner hasil kreasi orang tua siswa dan pelaku usaha lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan dan harmoni dalam keberagaman dapat terus tumbuh subur di sanubari generasi muda Gresik sebagai benteng persatuan bangsa. (han) 

Editor : Hany Akasah
#Imlek #Wakil Bupati #Pemkab #gresik #Ramadan #dokter alif