RADAR GRESIK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik mengawali tahun 2026 dengan langkah inklusif. Melalui program Recruitment melalui Dinas Tenaga Kerja Gresik (ReDINAKER), sebanyak 77 pencari kerja (pencaker) mengikuti seleksi kerja, termasuk di antaranya para penyandang disabilitas.
Dari puluhan pelamar yang memadati kantor Disnaker pada Kamis (29/1), terdapat tiga pencaker disabilitas dengan latar belakang tuna daksa, keterbatasan fisik, serta tuna rungu dan wicara yang ikut bersaing memperebutkan posisi di dunia industri.
Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan mandat dari Undang-Undang serta Peraturan Bupati (Perbup) Gresik Nomor 53 Tahun 2022 tentang Pemenuhan Kesamaan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas.
“Ini amanah undang-undang, minimal satu persen tenaga kerja di perusahaan adalah penyandang disabilitas. Karena itu, kami terus menggencarkan pelaksanaannya,” tegas Zainul.
Untuk tahap awal tahun ini, terdapat enam perusahaan yang telah bersinergi dengan Disnaker. Dari jumlah tersebut, dua perusahaan secara spesifik membuka lowongan untuk pelamar disabilitas.
Dua perusahaan tersebut ialah PT Gresik Jasatama yang membuka posisi Admin Checker Freelance (3 pelamar), dan PT Sumber Alfaria Trijaya yang membuka posisi Crew Store (1 pelamar).
Selain kedua perusahaan tersebut, perusahaan lain seperti PT Petro Okso Nusantara, PT Bambu Cemerlang Express, PT Puterarackindo Sejahtera, dan PT Aplus Pacific juga turut membuka kesempatan kerja dalam rangkaian ReDINAKER ini.
Disnaker Gresik sendiri telah memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang terbentuk sejak tahun 2022. ULD berfungsi sebagai jembatan untuk memberikan pelatihan pemberdayaan bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan tenaga medis di Gresik.
Menurut Zainul, pelatihan ini sangat krusial sebagai bekal mental dan skill agar para penyandang disabilitas siap bersaing dan produktif saat sudah berada di lingkungan kerja.
Senada dengan hal tersebut, Plt Sekretaris Disnaker Gresik, Moch. Afandi, menyatakan komitmennya untuk terus memperluas jaringan dengan dunia usaha. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem industri yang lebih ramah dan inklusif di Kabupaten Gresik.
“Ke depan kami dorong lebih banyak perusahaan untuk berpartisipasi, agar kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Gresik semakin terbuka lebar,” tutup Afandi. (jar/han)
Editor : Hany Akasah