Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dari Tepuk Tangan Jadi Dakwah, Ini Fenomena Tepuk Sakinah yang Viral

Hany Akasah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 16:29 WIB
Tepuk sakinah
Tepuk sakinah

RADAR GRESIK – Jagat maya tengah diramaikan dengan fenomena “Tepuk Sakinah”, sebuah tren dakwah kreatif yang viral di berbagai platform media sosial, mulai TikTok hingga Instagram.

Dengan gaya penyampaian yang ringan, ritmis, sekaligus menghibur, Tepuk Sakinah sukses mencuri perhatian generasi muda sebagai edukasi pernikahan Islami yang segar dan mudah diingat.

Fenomena ini sering dijumpai dalam acara keagamaan, seminar pranikah, hingga kegiatan komunitas muslim. Dibawakan dalam bentuk tepuk tangan berirama, lirik-lirik sederhana yang disisipkan di dalamnya memuat pesan penting tentang membangun rumah tangga berlandaskan sakinah, mawaddah, dan rahmah.

“Tepuk sakinah… sakinah itu tenang, cinta karena Allah, nikah bukan main-main, siap jadi imam, siap jadi makmum,” begitu salah satu contoh bait yang kini banyak dihafalkan kalangan muda.

Makna Lebih Dalam dari Tepuk Sakinah

Lebih dari sekadar hiburan, Tepuk Sakinah merupakan gerakan literasi keluarga Islami yang menekankan kesiapan mental, spiritual, dan emosional sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Kata sakinah sendiri berasal dari bahasa Arab yang bermakna ketenangan—pilar utama dalam pernikahan Islami yang berpadu dengan mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Dengan kemasan yang sederhana, pesan luhur ini disampaikan secara santai, tanpa kesan menggurui.

Tak heran, publik menyambutnya positif. Banyak warganet menilai konten ini cara kreatif mendakwahkan nilai keluarga di tengah derasnya arus digital. Bahkan, sejumlah lembaga resmi seperti KUA dan remaja masjid mulai mengadopsi Tepuk Sakinah dalam bimbingan pranikah maupun pelatihan keagamaan.

Ustazah Fitri Handayani, penyuluh agama di Jakarta Timur, menyebut Tepuk Sakinah sebagai media dakwah efektif untuk generasi digital. “Pendekatan yang menyenangkan justru menjadi jembatan antara nilai agama dan gaya komunikasi anak muda,” ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberi apresiasi. Ia menyebut segala bentuk kreativitas positif yang mendukung penguatan keluarga Islami akan terus dikembangkan. “Yang positif akan kita kembangkan, yang negatif akan kita hilangkan,” tegasnya, Rabu (1/10).

Viralnya Tepuk Sakinah membuktikan bahwa dakwah tidak selalu harus serius dan formal. Dengan sentuhan humor, ritme, dan interaksi yang hangat, nilai-nilai penting tentang kesiapan menikah bisa sampai ke hati audiens muda.

Lebih jauh, tren ini berpotensi menjadi gerakan literasi keluarga Islami berskala nasional. Dengan dukungan komunitas dakwah dan lembaga pendidikan, Tepuk Sakinah dapat menjadi simbol baru dakwah kreatif yang relevan dengan zaman, sekaligus menghibur dan mendidik. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Viral #dakwah #Kemenag #tepuk sakinah #Fenomena #sakinah