Kota – Ribuan pasang mata tertuju ke satu titik di Jalan Basuki Rahmat, Gresik, Rabu (26/3). Sebuah panggung besar di tengah perhelatan Kontes Bandeng Kawak 2025 menjadi pusat perhatian saat King Abdi, finalis MasterChef Indonesia, tampil sebagai bintang tamu utama dalam sesi live cooking.
Dengan penuh gaya dan aksi khasnya yang enerjik, King Abdi berhasil memukau hadirin dengan mengolah 7 kilogram bandeng dalam satu wajan raksasa menjadi sajian bandeng kuah acar kuning. Tak sekadar memasak, King Abdi juga menyisipkan edukasi ringan seputar teknik memasak ikan segar, serta pentingnya menjaga rasa dan tekstur dalam olahan bandeng tradisional.
“Sepanjang sejarah hidup saya tampil di berbagai daerah, baru kali ini saya menyaksikan live cooking show dengan penonton sebanyak ini. Gresik luar biasa!” ujar King Abdi disambut sorak sorai penonton.
Tak lupa, sang chef juga menyisipkan candaan khasnya yang langsung viral di lokasi.
“Ini membuktikan satu hal penting—kecintaan masyarakat terhadap konten mencuci daging pakai sabun masih sangat tinggi,” kelakarnya, merujuk pada tren konten viral di media sosial.
Aksi memasak ini semakin spesial karena King Abdi tak sendiri. Ia didampingi oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dan Ketua TP PKK Gresik, Hj. Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani dan ketua GOW Gresik, dr Sinta Asluchul Alif yang turut mencicipi dan memberi komentar langsung atas hidangan tersebut.
“Masakannya enak, seru, dan bisa dinikmati siapa saja. Ini membuktikan bahwa bandeng bisa dikreasikan secara modern tapi tetap tidak meninggalkan cita rasa lokal,” tambah Hj. Nurul Haromaini.
Hebatnya, seluruh proses memasak selesai dalam waktu 25 menit. Kecepatan dan presisi ini membuat penonton makin terpukau, sekaligus menegaskan kemampuan King Abdi dalam mengeksekusi hidangan kompleks dengan waktu terbatas.
Acara ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Kontes Bandeng Kawak, yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasi para petambak, melestarikan budaya lokal, dan mempromosikan bandeng sebagai ikon kuliner khas Gresik.
Puncak acara ditutup dengan makan bersama antara warga, pejabat daerah, dan para peserta. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menjadi penanda bahwa kuliner bukan sekadar soal rasa melainkan juga tentang kebersamaan, tradisi, dan kebanggaan daerah.
Editor : Cak Fir