Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja mulai membersihkan puing-puing material bangunan pusat ekonomi masyarakat wilayah Gresik Utara itu menggunakan alat berat dan diangkut menggunakan dump truk.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Fardah menuturkan, proses renovasi Pasar Sidayu dilakukan dalam satu tahap dengan menggunakan anggaran dari pusat Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendagri) senilai Rp 2,152 Miliar.
Baca Juga: Selalu Macet, DPRD Gresik Minta Perempatan Pasar Menganti Dilebarkan
“Setelah lelang anggarannya Rp 2,152 miliar, dari dana Kementrian Perdagangan dengan sekali saja pembangunan,” kata Fardah.
Pembangunan Pasar Sidayu dipusatkan di lokasi lapak atau stand-stand para pedagang disebelah selatan pasar, bukan di lokasi yang masuk cagar budaya. pembangunan pasar tersebut ditargetkan selesai pada bulan November 2023 nanti.
“Itu hanya lapak sebelah selatan yang tidak termasuk cagar budaya, dengan kontrak 4 bulan pekerjaan, yang dimulai Bulan Agustus 2023 ini. Nantinya, kios-kios yang terbakar itu dibangun merata loss atau emperan,” jelasnya.
Baca Juga: Diskoperindag Belum Siapkan Strategi Hadapi Masalah Pasar Gresik Kota Makin Sepi
Sementara untuk bangunan yang masuk cagar budaya, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berjanji bakal melibatkan tim dari Cagar Budaya. Mengingat, pasar yang berada di tengah-tengah Alun-alun Sidayu ini, sudah masuk Cagar Budaya pada tahun 2022 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.
Ditempat lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, tim yang turun setelah kebakaran beberapa waktu lalu, yang tersisa dari bangunan lama tinggal beberapa saja.
“Untuk pembangunan yang didanai dari pusat akan dimanfaatkan untuk membangun sebagian lahan yang terbakar, dengan meminta masukan dari tim Cagar budaya supaya tidak terjadi penghilangan bangunan cagar budayanya,” kata Wasil.
Baca Juga: Perbankan Lebih Selektif, Pasar Properti di Gresik Melambat
Dikatakan, konsepnya nanti tentu selaras bukan kontras. Sehingga pasar sidayu bisa segera dimanfaatkan dengan anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp 2,7 miliar.
Sementara itu, Kadisparekbudpora Gresik Saifudin Ghozali. Kendati proses pembangunan pasar sidayu melekat di Diskoperindag, pihak Disparekrafbudpora tetap terlibat karena meliputi pemugaran Pasar.
“Maka dari itu, kami meminta dilakukan restorasi cagarbudaya. Mulai dari proses pembangunan, sampai pelaksanaan didampingi ahli cagar budaya,” kata Ghozali. (fir/han)
Editor : Hany Akasah