Sejumlah masukan dan usulan tersebut diantaranya terkait dengan Universal Health Coverage (UHC). Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan dari hasil reses yang dilakukan masih banyak mispresepsi dimasyarakat.
"Ada ketidakseragaman pemahaman antara petugas pelayanan kesehatan, pejabat Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD), Dinas Kesehatan, dan tentu masyarakat juga masih banyak yang belum paham dan tak tersentuh sosialisasi program UHC," ujarnya.
Selain UHC, masih banyak keresahan masyarakat yang telah ditampung masing-masing anggota. Mulai jalan yang rusak, penerangan jalan umum (PJU), insentif guru dan sejumlah persoalan lain.
"Semoga masukan dan usulan ini bisa menjadi perhatian dari Pemkab Gresik," imbuhnya.
Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Gerindra Lutfi Dhawam. Dari hasil reses anggota banyak masukan dari masyarakat. Mulai pembangunan Jalan Duduksampeyan, UHC, Parkir dan kelangkaan pupuk.
"Perlu adanya sinergitas yang terintegrasi data pembangunan antara Eksekutif dan Legislatif mulai dari RT/RW hingga kabupaten, sehingga terdata base dengan
rapi (BIG DATA) dan bisa dijadikan pegangan untuk pembangunan jangka pendek dan jangka panjang. Jika Sinergitas yang terintegrasi dapat dilakukan maka
pembangunan di kabupaten dapat merata dan tepat sasaran," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengatakan laporan masing-masing fraksi akan disampaikan ke pemerintah Daerah. "Untuk dijadikan acuan penyusunan RKPD 2023," ungkapnya. (rof) Editor : Hany Akasah