Ketua Fraksi Golkar Wongso Negoro mengatakan pipanya meminta rincian anggaran untuk perbaikan infrastruktur berupa perbaikan pipa aus atau bocor agar dijelaskan secara detail. Di mana titik – titik tersebut.
"Hal ini sangat penting agar kejadian manipulasi pipa aus diganti pipa bekas tidak terjadi di kemudian hari," ungkapnya.
Baca Juga : Pekan Depan, Polres Gresik Expose Hasil Audit Perumda Giri Tirta
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan pembangunan tandon air (reservoir) yang menelan biaya sebesar Rp 7 miliar. Perlu kajian secara mendalam agar sesuai dengan yang direncanakan.
Menanggapi hal ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan untuk perbaikan pipa bocor ada dua mata anggaran. Pertama, dari penyertaan modal daerah. Dari anggaran ini digunakan untuk memperbaiki pipa bocor di empat ruas.
"Yakni Jalan dr Soetomo, Jalan Usman Sadar, Jalan RA Kartini sampai Perempatan Sidomoro dan Jalan Veteran sampai Jalan Panglima Sudirman," ujarnya.
Kemudian, anggaran kedua berasal dari APBN. Digunakan untuk perbaikan pipa Jalan Sunan Prapen hingga Jalan Mayjend Sungkono. Kemudian, Jalan Darmo Sugondo dan Terminal Bunder hingga Duduksampeyan.
Baca Juga : DPRD Gresik Soroti Tata Kelola Perumda Giri Tirta
"Serta Terminal Bunder sampai Pertigaan Tenger, Manyar," ungkapnya.
Terkait dengan pembangunan reservoir Bunder sudah direncanakan sejak 2021 lalu dan direview Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukinan (CKPKP) pada 2022 ini. "Terkait site plan akan disampaikan pada pembahasan lebih lanjut," imbuhnya. (rof) Editor : Hany Akasah