RADAR GRESIK – Seorang pria yang diduga mengalami Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi sasaran kemarahan warga di Dusun Ngepung, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik, pada Jumat (8/5). Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut diamankan massa setelah diduga mencoba membawa lari sepeda motor milik warga setempat.
Kapolsek Cerme, AKP Taufan Nugroho, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat pria tersebut mencoba mengambil sepeda motor Honda Scoopy bernopol W 6188 NAV milik Dewi Masrifah, warga Morowudi Wetan. Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh warga yang berada di lokasi.
Baca Juga: Jamin Kehalalan dan Kualitas Daging, Dispertan Gresik Gembleng Panitia Kurban soal Syariat Islam
Akibat tersulut emosi, warga sempat melayangkan pukulan kepada pria tersebut sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba untuk mengamankan situasi.
“Pelaku sudah diserahkan ke Polsek Cerme. Namun, sebelumnya sempat dipukuli oleh masyarakat hingga mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya,” ungkap AKP Taufan, Jumat (8/5).
Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap tas ransel yang dibawa pria berusia sekitar 45 tahun tersebut, petugas menemukan petunjuk kuat mengenai kondisi kesehatannya. Petugas menemukan sejumlah obat-obatan yang diterbitkan oleh RSJ Sambang Lihum, Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Bea Cukai Gresik Gerebek Gudang Cerme, Tangkap Enam Orang Amankan 5,8 Juta Batang Rokok Ilegal
“Berdasarkan temuan obat-obatan tersebut dan hasil interogasi awal, pelaku diduga kuat merupakan ODGJ. Petugas juga telah membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Cerme untuk mendapatkan pengobatan atas luka lebam yang dialami,” jelas Kapolsek.
Mengingat kondisi kejiwaan pelaku dan fakta bahwa ia tidak memiliki tempat tinggal tetap (tunawisma), pihak Polsek Cerme memutuskan untuk melakukan langkah koordinasi dengan instansi terkait.
"Pihak kami sudah menyerahkan pria tersebut ke Shelter Dinas Sosial (Dinsos) Gresik untuk dilakukan penanganan dan perawatan lebih lanjut sesuai prosedur bagi warga berkebutuhan khusus," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah