Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tragedi Bulan Madu di Glamping Solok: Pasutri Diduga Keracunan Gas, Istri Meninggal Dunia

Hany Akasah • Minggu, 12 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Pasangan suami istri (Pasutri) diduga menjadi korban keracunan gas karbon monoksida (CO) dari pemanas air.
Pasangan suami istri (Pasutri) diduga menjadi korban keracunan gas karbon monoksida (CO) dari pemanas air.

RADAR GRESIK – Momen bahagia pernikahan pasangan Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28) dari Padang berubah menjadi duka mendalam. Baru tiga hari setelah menikah, bulan madu mereka di penginapan Glamping Lakeside, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berakhir tragis pada Kamis (9/10).

Pasangan suami istri (Pasutri) tersebut diduga menjadi korban keracunan gas karbon monoksida (CO) dari pemanas air (water heater) di kamar mandi.

Insiden ini mengakibatkan Cindy Desta Nanda meninggal dunia, sementara suaminya, Gilang Kurniawan, dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirawat intensif.

Pasangan ini diketahui check-in pada Rabu (8/10). Keesokan paginya, sekitar pukul 07.15 WIB, kecurigaan muncul ketika karyawan penginapan hendak mengantar sarapan ke kamar nomor 02. Karyawan sempat mendengar suara pria menjawab bahwa ia sedang mandi. Namun, setelah 20 menit berlalu, tidak ada respons lagi dari dalam kamar.

Pihak penginapan akhirnya memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar. Keduanya ditemukan telah tergeletak tak sadarkan diri di dalam kamar mandi. Cindy segera dilarikan ke puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Sementara Gilang langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

Meskipun hasil visum luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban, dugaan kuat mengarah pada kebocoran gas CO dari water heater.

Gas karbon monoksida dikenal sebagai “pembunuh senyap” karena sifatnya yang tidak berbau, tidak berwarna, dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat, terutama di ruangan dengan ventilasi yang minim.

Pihak kepolisian kini tengah memeriksa lebih lanjut aspek teknis sistem gas dan standar keamanan fasilitas di lokasi kejadian.

Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, menyatakan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Jika ingin memastikan penyebab kematian, dapat mengajukan permohonan autopsi ke Polres Solok," ujar AKP Barata.

Meski demikian, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Cindy. Kasus tragis ini menjadi pengingat penting bagi pengelola wisata mengenai perlunya penerapan standar keselamatan yang sangat ketat di tempat-tempat penginapan. (ale/han)

 

 

Editor : Hany Akasah
#sumatera selatan #Meninggal #solok #keracunan #Kasus