RADAR GRESIK – Suasana meriah karnaval peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mendadak berubah duka. Seorang peserta karnaval bernama Pranoto (37) terjatuh dari atas sound horeg yang berukuran besar yang diletakkan di atas mobil pikap, Senin (19/8/2025).
Detik-detik jatuhnya Pranoto terekam video amatir warga dan langsung viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat Pranoto berdiri gagah di atas sound horeg sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Namun, ketika ia membungkuk membetulkan tali sepatu yang terlepas, tubuhnya tiba-tiba kehilangan keseimbangan.
Seketika, ia terhempas jatuh dari ketinggian mobil dan menghantam tanah. Suasana riuh karnaval pun berubah panik. Beberapa peserta berlarian menolong korban yang tergeletak tak sadarkan diri, sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Bhakti Asih Brebes.
Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa Pranoto. Menurut Humas RS Bhakti Asih Brebes, Mohammad Ikbal, korban mengalami pendarahan di otak akibat benturan keras saat jatuh.
“Korban sudah tidak sadarkan diri saat dibawa ke rumah sakit. Ada pendarahan di bagian dagu, hidung, dan kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan, nyawanya tidak tertolong,” ujar Ikbal, Rabu (20/8/2025).
Ikbal menambahkan, sebelum insiden terjadi, sebenarnya Pranoto sudah diperingatkan agar tidak naik ke atas sound horeg. Namun, peringatan itu diabaikan. “Tapi ya itu yang namanya takdir. Kami ikut berduka,” imbuhnya.
Sound horeg memang sudah menjadi fenomena khas dalam berbagai hajatan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bentuknya berupa sound system rakitan berdaya tinggi yang dipasang di atas mobil pikap atau truk, mampu menghasilkan dentuman bass menggelegar.
Namun, di balik kemeriahan hiburan tersebut, risiko keselamatan seringkali diabaikan. Guncangan suara yang sangat keras membuat badan sound bergetar, sehingga berbahaya jika dinaiki orang.
Sebelumnya, beberapa instansi termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim juga melarang penggunaan sound horeg karena banyak unsur mudhorot dibandingkan kebermanfaatannya. (han)
Tak jarang, insiden serupa terjadi karena pengunjung atau peserta karnaval nekat naik ke atasnya untuk berjoget atau beratraksi.
Editor : Hany Akasah