RADAR GRESIK – Sebuah video rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pencurian ponsel di Masjid Jami Gresik mendadak viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada Selasa, 22 Juli, setelah salat Duhur, dengan modus pelaku yang berpura-pura ikut beristirahat di antara jemaah.
Akhmad Yani, petugas keamanan Masjid Jami Gresik, membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar, usai salat Duhur kemarin ada pencurian HP saat korban tertidur, pelakunya masih remaja," ujar Yani pada Rabu, 23 Juli. Ia menambahkan bahwa insiden ini terjadi karena kurangnya kehati-hatian korban dalam menjaga barang bawaannya.
Yani menuturkan bahwa dirinya sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku yang langsung berlari setelah mengambil ponsel. Korban baru menyadari ponselnya hilang sekitar 15 menit setelah kejadian, namun tidak melaporkannya ke polisi. "Pelaku terlihat mondar-mandir di dalam masjid dalam beberapa hari terakhir saat saya jaga pagi," ungkapnya.
Meskipun curiga, Yani tidak langsung menangkap terduga pelaku karena tidak memiliki bukti kuat saat itu.
"Saya sebenarnya kaget melihat pelaku langsung berlari, saya kira ada apa. Ternyata benar firasat saya, dia mencuri HP setelah check CCTV. Kalau saya tangkap nanti saya salah, karena belum ada bukti kuat kenapa dia lari," jelasnya.
Yani juga mengungkapkan bahwa kasus pencurian sudah sering terjadi di Masjid Jami Gresik, terutama pada malam hari. Namun, pihak masjid telah mengambil langkah antisipasi.
"Sudah terjadi beberapa kali pencurian barang bawaan milik orang-orang yang datang ke sini. Kejadiannya biasanya malam hari, paling sering terjadi karena keteledoran pemilik saat tertidur di masjid. Tapi sudah kami antisipasi dengan menutup Masjid Jami Gresik ini pada malam hari sekitar pukul 23.00," bebernya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menjaga barang bawaan di mana pun, khususnya di masjid, agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga saat ini, Ipda Azis, Kanit Reskrim Polsek Gresik Kota, mengonfirmasi bahwa belum ada laporan resmi dari pihak korban terkait pencurian ini. "Sampai sekarang belum ada laporan," pungkasnya. (yud)
Editor : Hany Akasah